Jitunews.Com
30 November 2022 18:04 WIB

Menko PMK Sebut Lulusan Sekarang di Puncak Produktivitas saat Indonesia Emas

Menko PMK mengajak seluruh wisudawan untuk memahami mimpi besar bangsa Indonesia

Menko PMK, Muhadjir Effendy, memberikan orasi ilmiah pada acara wisuda pascasarjana UMJ di ICE BSD, Selasa (29/11/2022) (Dok. Kemenko PMK)

TANGERANG, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, para lulusan perguruan tinggi harus mengambil bagian dalam pembangunan bangsa. Alasannya, di tahun 2045, para lulusan perguruan tinggi saat ini diprediksi akan berusia sekitar 39-50 tahun. Artinya mereka akan berada di dalam puncak produktivitas.

Hal itu disampaikan Menko PMK saat memberi orasi ilmiah pada Upacara Wisuda Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Program Doktor Ke-6, Magister Ke-44, Spesialis Ke-2, Sarjana Ke-75 Dan Diploma Tiga di ICE BSD Tangerang, Selasa (29/11).

Acara Wisuda UMJ tersebut juga dihadiri Kepala Bagian Umum LL DIKTI Wilayah III DKI Jakarta Noviyanto, Ketua Senat dan Direktur Pasca UMJ Prof. Dr. Masyitoh Chusnan, Sekretaris Badan Pembina Harian UMJ Prof. Dr. Agus Suradika, Anggota Majelis Dikti Litbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H.Thobroni, Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten Prof. Dr. K.H. Ahmad Thib Raya, Sekretaris Senat Universitas Muhammadiyah Jakarta Prof. Dr. Budiyanto, Ketua PWM DKI Jakarta H. M. Sun'an Miskan, dan tamu undangan lainnya.



Menko PMK: KADIN Bukan Pendukung, Justru Pemain Utama

“Indonesia emas yang tinggal 23 tahun lagi adalah masa depan dan kesempatan saudara. Karena itu untuk menyiapkan diri tidak ada pilihan lain, kalian harus ambil bagian dalam pembangunan Indonesia. Sadari betapa pentingnya mengumpulkan modal dan keahlian untuk ambil bagian,” ujar Menko PMK, Selasa (29/11).

Dalam orasinya, Menko PMK mengajak seluruh wisudawan yang hadir di ICE BSD untuk memahami mimpi besar bangsa Indonesia. Secara keseluruhan Visi Indonesia 2045 yaitu mewujudkan tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia yang lebih baik dan merata dengan kualitas manusia yang lebih tinggi, serta ekonomi Indonesia yang meningkat menjadi salah satu dari 5 kekuatan ekonomi terbesar dunia.

Pencapaian visi Indonesia tersebut dibangun dengan 4 pilar pembangunan, yaitu pembangunan manusia serta penguasaan Ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, serta pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, para wisudawan harus menyadari bahwa kemajuan suatu bangsa dapat diasosiasikan dengan bagaimana para lulusan universitas mengambil peran strategisnya dalam bentuk produktivitas dan semangat untuk kemajuan dan eksistensi bangsanya,” jelasnya.

Muhadjir menambahkan, menurut data BPS per Agustus 2022 tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 5,86% dari total penduduk usia kerja sejumlah 209,42 juta orang. Dari seluruh jumlah TPT tersebut sekitar 9.4%-nya adalah lulusan jenjang diploma dan sarjana. Angka itu turun sebesar 0,63 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2021 yakni 6,49 persen.

Di sektor kemiskinan, upaya pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan semakin baik. Jumlah penduduk miskin Maret 2022 sebesar 26,16 juta (9,54%) bila dibandingkan Maret 2021 jumlah penduduk miskin sebesar 27,54 juta maka terjadi penurunan 1,38 juta orang. Lonjakan penduduk miskin pada tahun 2021 disebabkan karena terjadinya pandemi Covid-19 yang berdampak pada perekonomian negara.

“Untuk itu, tanggung jawab kita adalah bagaimana caranya memanfaatkan peluang sebesar-besarnya agar kira mampu berkembang di dunia yang serba tidak pasti ini. Kita harus memiliki kemampuan beradaptasi, harus memiliki life skill,” tegas Muhadjir.

Menurutnya, paling tidak para wisudawan harus memiliki lima kunci life skill atau 5C. diantaranya ialah critical thinking atau berpikir kritis, creativity and innovation atau kreatif dan inovatif, communication skill atau kemampuan berkomunikasi, collaboration dan confident atau membangun kepercayaan diri.

“Saya berpesan, ini adalah kesempatan terbaik sebagai alumni UMJ untuk memulai awal perjalanan menuju media yang lebih berat. Jangan lupakan pengorbanan keluarga hingga saudara sampai di titik ini. Berterimakasih lah dengan menunjukkan prestasi,” tutupnya.

Menko PMK Minta Dai Muda untuk Kampanyekan Program yang Dicanangkan Jokowi
Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Rekomendasi

 

Berita Terkait