Jitunews.Com
30 November 2022 17:20 WIB

AS Sebut Iran Sedang Kembangkan Senjata Nuklir, Rusia: Tidak Ada Bukti

Seorang pejabat Rusia mengatakan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan Iran tengah berusaha mengembangkan senjata nuklir

Bendera Iran (AFP / ATTA KENARE)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Departemen Non-Proliferasi dan Pengendalian Senjata Kementerian Luar Negeri Rusia, Vladimir Yermakov, mengatakan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan jika Iran berencana untuk mengembangkan senjata nuklir. Hal itu ia sampaikan dalam sebuah wawancara dengan Sputniknews. Ia menambahkan bahwa Iran sejauh ini sudah berusaha mematuhi aturan yang disepakati dalam perjanjian nuklir 2015 atau yang juga dikenal sebagai perjanjian JCPOA.

“Iran telah dan tetap menjadi peserta yang teliti dalam Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir. Kesimpulan JCPOA pada tahun 2015 membantu untuk akhirnya dan tidak dapat ditarik kembali menghapus semua pertanyaan yang dimiliki [Badan Energi Atom Internasional] kepada Teheran pada saat itu,"

“Setelah itu, selama beberapa tahun Iran tetap menjadi negara yang paling terverifikasi di antara anggota badan tersebut. Tidak ada penyimpangan dari kewajibannya yang teridentifikasi,” kata Yermakov.



Pentagon Khawatir Jumlah Hulu Ledak Nuklir China Bakal Meningkat Tiga Kali Lipat pada 2035

"Tidak ada bukti yang menunjukkan niat Teheran untuk mempertimbangkan kembali partisipasinya dan mulai mengembangkan alat peledak nuklir," lanjut Yermakov.

Pernyataan Yermakov muncul saat Amerika Serikat melakukan latihan militer bersama dengan Israel, di Laut Mediterania mulai 29 November, dan berlangsung hingga 1 Desember mendatang. Kedua angkatan bersenjata juga akan menggelar simulasi serangan udara terhadap infrastruktur nuklir Iran.

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz menekankan bahwa latihan itu diperlukan agar Israel "mempersiapkan" anggota militernya untuk "kemungkinan" apa pun, termasuk serangan dari Iran.

Beberapa hari sebelum latihan dimulai, media AS melaporkan bahwa Teheran sudah mulai meningkatkan kadar uranium yang digunakan dalam fasilitas nuklirnya hingga level tertentu, yang memungkinkan mereka untuk membuat senjata nuklir.

Ternyata Ini Alasan AS Minta Turki Tak Gelar Operasi Militer Jalur Darat ke Suriah
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait