Jitunews.Com
30 November 2022 16:51 WIB

Pendemo di Iran Terancam Hukuman Mati, Pakar PBB: Saya Khawatir

Pakar Iran yang ditunjuk oleh PBB mengatakan bahwa tidak sedikit dari pendemo di Iran yang terancam dijatuhi hukuman mati oleh pemerintah

Aksi protes di Iran (yahoo)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Seorang pakar independen yang ditunjuk oleh PBB di Iran, pada hari Selasa (29/11) menyuarakan keprihatinannya terkait sikap pemerintah Iran dalam menangani para pengunjuk rasa. Menurutnya, tindak represi terhadap pengunjuk rasa semakin meningkat, dengan pihak berwenang meluncurkan "kampanye" untuk menjatuhkan hukuman mati kepada para pendemo.

PBB mengatakan lebih dari 300 orang telah tewas sejauh ini dan 14.000 ditangkap dalam protes yang dimulai setelah kematian dalam tahanan wanita Kurdi berusia 22 tahun, Mahsa Amini, pada 16 September 2022 kemarin.

"Saya khawatir rezim Iran akan bereaksi keras terhadap resolusi Dewan Hak Asasi Manusia dan ini dapat memicu lebih banyak kekerasan dan represi di pihak mereka," kata Javaid Rehman kepada Reuters, mengacu pada pemungutan suara Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.



Presiden Komite Olimpiade Internasional Minta Sanksi terhadap Rusia Tetap Dilanjutkan

namun, Teheran telah menolak penyelidikan tersebut dan mengatakan tidak akan bekerja sama.

“Sekarang (otoritas) telah memulai kampanye hukuman mati (para pengunjuk rasa),” tambahnya, seraya memperingatkan bahwa lebih banyak warga sipil yang akan dihukum karena menggelar aksi unjuk rasa.

Menurutnya, saat ini setidaknya ada 21 orang pendemo yang ditangkap, yang terancam menghadapi hukuman mati, termasuk seorang wanita yang didakwa atas "pelanggaran pidana yang tidak jelas dan dirumuskan secara luas", dan enam orang telah dijatuhi hukuman bulan ini.

Pemerintah Iran sendiri mengklaim jika aksi kerusuhan di seluruh wilayah negaranya adalah hasil operasi intelijen negara-negara Barat. Kepala kehakiman Iran pada bulan lalu juga memerintahkan hakim untuk menjatuhkan hukuman berat bagi "elemen utama kerusuhan".

Bahkan sebelum kerusuhan, eksekusi hukuman mati di Iran mengalami peningkatan dan Kepala Hak Asasi Manusia PBB Volker Turk mengatakan bahwa jumlah tahanan yang akan dieksekusi mati oleh Iran pada bulan September 2022 lalu, dilaporkan telah melampaui 400 kasus.

Negara NATO Ini Dukung Ukraina Lancarkan Serangan terhadap Wilayah Rusia
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait