Jitunews.Com
30 November 2022 15:24 WIB

Negara NATO Ini Dukung Ukraina Lancarkan Serangan terhadap Wilayah Rusia

Menteri Luar Negeri Latvia menyatakan bahwa pihaknya mendukung Ukraina untuk melancarkan serangan terhadap wilayah Rusia dengan menggunakan senjata yang dipasok oleh negera-negara Barat

Bendera Rusia dan Ukraina (istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Latvia Edgars Rinkevics mendesak NATO untuk "mengizinkan" Ukraina menggunakan persenjataan yang dipasok Barat untuk menyerang jauh ke dalam wilayah Rusia. Diplomat top membuat pernyataan dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg di sela-sela pertemuan menteri luar negeri NATO di Bucharest, Rumania, pada hari Selasa (29/11).

Menurutnya, secara khusus, persenjataan harus digunakan untuk menyerang situs yang digunakan oleh Moskow untuk melakukan serangan rudal terhadap infrastruktur kritis Ukraina.

"Kita harus mengizinkan Ukraina menggunakan senjata untuk menargetkan situs rudal atau lapangan udara dari tempat operasi itu diluncurkan," katanya.



Dialog Konstruktif NATO-Rusia Gagal, Sekjen NATO Salahkan Moskow

Sementara itu, Moskow telah berulang kali memperingatkan negara-negara Barat agar tidak "memompa" Ukraina dengan berbagai macam persenjataan, dimana hal itu hanya akan mengakibatkan konflik langsung antara aliansi NATO pimpinan AS dan Rusia, yang bisa saja memicu terjadinya perang dunia ketiga.

Namun, Rinkevics menepis kekhawatiran tersebut. Blok tersebut "seharusnya tidak takut" dengan eskalasi, katanya.

Latvia, bersama dengan negara-negara Baltik lainnya, telah menjadi salah satu pendukung Kiev yang paling vokal dalam konflik yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina. Pejabat tinggi negara itu telah berulang kali melakukan kunjungan ke Kiev untuk menunjukkan dukungan mereka, dan kunjungan terakhir terjadi pada akhir pekan lalu ketika Rinkevics, bersama rekan-rekannya dari Lituania, Estonia, Finlandia, Swedia, Norwegia, dan Islandia bertemu dengan Presiden Ukraina Vladimir Zelensky.

Dalam beberapa minggu terakhir, Rusia telah berulang kali meluncurkan rudal jelajah besar-besaran dan serangan drone kamikaze terhadap jaringan listrik dan instalasi militer Ukraina. Serangan itu terjadi setelah pasukan Kiev, yang mendapat dukungan dar beberapa negara anggota NATO, meledakkan Jembatan Kerch yang menghubungkan daratan Rusia ke Semenanjung Krimea.

 

Presiden Komite Olimpiade Internasional Minta Sanksi terhadap Rusia Tetap Dilanjutkan
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait