Jitunews.Com
28 November 2022 23:04 WIB

NATO Sebut Vladimir Putin Jadikan Musim Dingin sebagai Senjata Melawan Ukraina

Sekjen NATO Rusia sengaja meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina selama musim dingin ini

Ilustrasi (Alamy)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekertaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, pada Senin (28/11) mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin kemungkinan akan terus meminta pasukan militernya untuk menyerang fasilitas dan jaringan listrik serta infrastruktur energi Ukraina.

"Melakukan itu ketika kita memasuki musim dingin menunjukkan bahwa Presiden (Vladimir) Putin sekarang mencoba menggunakan ... musim dingin sebagai senjata perang melawan Ukraina," katanya kepada wartawan pada konferensi pers di Bucharest dikutip Reuters.

Sebelumnya, Walikota Kiev Vitali Klitschko, juga mendesak warga Ukraina untuk bersiap menghadapi musim dingin tanpa pasokan listrik yang cukup. Artinya, mereka kemungkinan besar akan sering mengalami pemadaman listrik.



Walikota Kiev Minta Warga Bersiap Hadapi Pemadaman Listrik selama Musim Dingin

"Kami berusaha memulihkan semuanya secepat mungkin, beralih ke jadwal yang jelas sehingga tidak ada kejutan (pemadaman mendadak) dan kemudian beralih ke pasokan listrik tanpa gangguan. Tetapi, kita juga harus siap menghadapi kenyataan bahwa mungkin akan ada pemadaman listrik sebelum musim semi tiba," kata Klitschko.

Menurutnya, gangguan pada pasokan listrik ini tidak lepas dari datangnya musim dingin, dimana banyak warga yang mengoperasikan alat pemanas ruangan. Hal itu menimbulkan beban yang lebih besar pada sistem energi Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada pertengahan November kemarin juga mengatakan bahwa serangan udara yang dilancarkan oleh Rusia dalam beberapa pekan terakhir ini sudah membuat sekitar 10 juta warga Ukraina tidak mendapat pasokan listrik.

Dalam pidato yang disiarkan melalui Telegram, Zelensky menyatakan bahwa banyak kota di Ukraina saat ini mengalami pemadaman listrik. Ia menambahkan bahwa wilayah Kiev, Kharkov, Zhytomyr, dan Lviv, merupakan beberapa wilayah yang paling terpengaruh oleh hal itu.

Kirill Timoshenko, wakil kepala administrasi kepresidenan Ukraina, mengatakan jika setelah serangan itu Ukraina kini berada di dalam situasi "kritis", menambahkan bahwa sebagian besar serangan Rusia menargetkan fasilitas-fasilitas vital di wilayah tengah dan utara negara itu.

"Situasi di ibu kota sangat serius, jadwal pemadaman listrik darurat khusus sedang dilakukan," kata Timoshenko.

Ukraina telah mengalami pemadaman listrik sejak Moskow melancarkan serangan terhadap infrastruktur energinya pada 10 Oktober 2022. Serangan Rusia dilancarkan sebagai balasan atas langkah pasukan Ukraina yang menyerang sejumlah fasilitas dan infrastruktur strategis Rusia, termasuk Jembatan yang menghubungkan Semenanjung Krimea dengan Federasi Rusia.

Melarikan Diri atau Membeku, Ratusan Ribu Warga Ukraina Bakal Mengungsi ke Eropa Selama Musim Dingin
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait