Jitunews.Com
9 November 2022 06:00 WIB

Soal Isu Kabareskrim Dapat Setoran Uang dari Ismail Bolong, Ini Respon Ferdy Sambo

Sambo enggan memberikan pernyataan lebih lanjut terkait dugaan gratifikasi yang menyeret Kabareskrim Komjen Agus Andrianto.

Ferdy Sambo (Tangkapan layar YouTube PN jaksel)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tedakwa pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarta atau Brigadir J, Ferdy Sambo turut menanggapi isu Kabareskrim Komjen Agus Andrianto diduga menerima gratifikasi dari pengusaha tambang ilegal Ismail Bolong.

"Tanya ke pejabat yang berwenang saja ya," kata Sambo usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2022).

Sambo enggan memberikan pernyataan lebih lanjut terkait dugaan gratifikasi yang menyeret Kabareskrim Komjen Agus Andrianto.



ART Sambo Tak Ingat Ancaman Kuat Ma'ruf ke Yosua, Hakim: Kemarin Saudara Bilang Begitu

Sebelumnya viral sebuah video pernyataan pengusaha tambang ilegal Ismail Bolong yang mengaku menyetorkan uang sebesar Rp6 miliar ke Kabareskrim.

Namun, Ismail Bolong dalam pernyataan terbarunya mengaku tidak mengenal sosok perwira tinggi seperti yang dimaksudkan dalam video pengakuannya yang pertama.

Ia mengaku mendapat tekanan dari eks Karopaminal Divisi Propam Polri Brigjen Pol Hendra Kurniawan untuk menyampaikan testimoni.

"Nama saya Ismail Bolong saya saat ini sudah pensiun dini dari anggota Polri aktif mulai bulan Juli 2022. Perkenankan saya mohon maaf kepada Kabareskrim atas berita viral saat ini yang beredar. Saya klarifikasi bahwa berita itu tidak benar dan saya pastikan berita itu saya tidak pernah komunikasi sama Pak Kabareskrim apalagi memberikan uang. Saya tidak kenal," kata Ismail Bolong dalam video yang beredar yang dikutip Jitunews.com, Senin (7/11/2022).

Ia mengaku kaget saat video testimoninya viral di media sosial. Ia mengatakan bahwa video itu diambil pada Februari 2022.

"Saya kaget viral sekarang. Saya perlu jelaskan bahwa pada bulan Februari itu datang anggota Mabes Polri dari Paminal Mabes Polri memeriksa saya untuk memberikan testimoni kepada Kabareskrim dalam penuh tekanan dari Pak Hendra, Brigjen Hendra pada saat itu saya komunikasi melalui HP melalui anggota Paminal dengan mengancam akan bawa kamu ke Jakarta kalau nggak mau melakukan testimoni," ujarnya.

Ajudan dan ART Beri Kesaksian, Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo Minta Maaf

Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait