Jitunews.Com
4 November 2022 06:46 WIB

Kritik Firli Bahuri Datangi Lukas Enembe, Mantan Penyidik KPK: Bisa Dipersepsikan Ada Keistimewaan

Langkah Firli temui Enembe bisa memicu tersangka lain untuk meminta hal yang sama.

Yudi Purnomo Harahap (twitter.com/yudiharahap46)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Mantan Penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap mengkritik langkah Ketua KPK Firli Bahuri mendatangi kediaman tersangka kasus korupsi, Gubernur Papua Lukas Enembe. Menurutnya, Firli tidak perlu turun tangan sejauh itu.

“Selain tidak bagus di mata publik karena belum pernah dilakukan ketua KPK sebelumnya, mendatangi tersangka nanti bisa dipersepsikan ada keistimewaan,” kata Yudi dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (4/11).

“Ini tentu akan jadi preseden tersangka lain akan meminta hal yang sama, didatangi ketua (KPK),” lanjutnya.



Ketua KPK ke Jayapura, Pengacara Lukas Enembe Sebut Atas Perintah Presiden Joko Widodo

Yudi menilai Firli bisa menugaskan penyidik bila KPK memang harus mendatangi Enembe. Pendampingan dapat dilakukan oleh direktur penyidik, bukan pimpinan lembaga antirasuah.

“Apalagi kegiatan yang dilaksanakan yaitu pemeriksaan second opinion dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) terkait kesehatan Gubernur Papua,” jelasnya.

Berdasarkan pengalaman Yudi, kegiatan second opinion dengan tersangka yang sakit hanya dijalankan oleh penyidik bersama IDI.

“Pimpinan memberikan tugas, monitoring dan nanti memutuskan bagaimana kelanjutan proses penyidikan berdasarkan hasil IDI,” ujar dia.

Diketahui, Ketua KPK Firli Bahuri menemui tersangka dugaan kasus korupsi, Gubernur Papua Lukas Enembe di kediamannya, Koya, Distrik Muara Tami, Kamis (3/11). Firli datang dalam rangka meminta keterangan Lukas Enembe terkait dugaan suap dan gratifikasi APBD Provinsi Papua.

KPK Periksa LE di Kediamannya, Siaga 98: Tindakan Tepat dan Wajar
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait