Jitunews.Com
20 Oktober 2022 22:46 WIB

BI Naikkan Suku Bunga Jadi 4,75 Persen, DPR: Keputusan Bijak untuk Mengurangi Tekanan Inflasi

Keputusan BI menaikan suku bunga dinilainya sebagai langkah yang bijak

Logo Bank Indonesia. (Jitunews/Latiko Aldilla Dirga)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota Komisi XI DPR Fraksi PAN, Ahmad Najib Qodratullah menyambut baik keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate (DRRR) sebesar 50 basis poin atau 0,50 persen menjadi 4,75 persen.

Keputusan BI menaikan suku bunga dinilainya sebagai langkah yang bijak. Sehingga kenaikkan suku bunga itu akan mengurangi tingkat depresiasi, yang membantu mengurangi tekanan inflasi dari produk impor.

"Tekanan pasar keuangan cukup kuat akhir-akhir ini, sehingga perlu sinergitas antara BI dan pemerintah," kata Anggota Komisi XI DPR Fraksi PAN, Ahmad Najib Qodratullah di Jakarta, Kamis (20/10/2022).



Pendapatan Moncer, KFC Jadi Restoran Cepat Saji Nomor Wahid di Indonesia

Disinggung apakah kebijakan BI terkait antisipasi resesi ekonomi global, Politisi PAN ini mengatakan  bahwa pemerintah yang lebih paham soal itu.

"Saya tidak memiliki kompetensi untuk menyebut kalau sekarang kita memasuki masa resesi, karena pemerintahlah yang perlu menyatakan hal tersebut," ujarnya.

Namun, lanjut Najib, kalau melihat data pertumbuhan ekonomi yang masih tumbuh positif, maka masih dalam posisi terhindar dari resesi.

"Saya rasa kita tidak dalam resesi. Kemudian melihat data inflasi terakhir, masih dalam posisi aman. Hanya perlu ekstra hati hati saja, terutama sektor energi dan pangan," terangnya.

Meski begitu, Mantan Ketua DPW PAN Jawa Barat ini tetap mengingatkan dan pemerintah tidak boleh lengah. "Resesi global perlu terus kita waspadai sekaligus antisipasi yang tepat terhadap beberapa hal," ucapnya.

Terkait untuk rupiah sendiri banyak faktor yang bisa mempengaruhi, sambung Legislator dari Dapil Jawa Barat II, bahwa menjelang akhir tahun 2022 dimana demand valas meningkat. "Tentu, saya rasa BI sudah dan sedang mengantisipasinya," tegasnya lagi.

Dia menambahkan yang tidak kalah penting lagi, pemerintah saat ini perlu menjaga harga-harga komoditas kemudian memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.

"Keterjangkauan masyarakat terhadap harga komoditas menjadi salah satu kunci menjaga inflasi," tukasnya.

Sebagai informasi, kebijakan kenaikan suku bunga oleh BI telah dilakukan ketiga kalinya, setelah pada Agustus dan September lalu BI telah menaikan suku bunga acuan masing-masing sebesar 25 bps dan 50 bps.

Rupiah Menguat Rp 13.262 per Dolar AS
Halaman:
  • Penulis: Khairul Anwar

Rekomendasi

 

Berita Terkait