Jitunews.Com
19 Oktober 2022 22:41 WIB

Komite Olimpiade Internasional Nggak Akan Cabut Sanksi terhadap Atlet Rusia

Presiden Komite Olimpiade Internasional menegaskan bahwa saat ini belum waktunya bagi para atlet Rusia untuk diijinkan tampil dalam ajang olahraga internasional

Presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach (istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach pada Rabu (19/10) menyatakan bahwa sekarang bukan waktunya untuk mencabut larangan terhadap atlet Rusia untuk tampil di ajang internasional.

IOC menjatuhkan sanksi terhadap atlet Rusia ketika Presiden Vladimir Putin memulai operasi militer pada akhir Februari 2022 di Ukraina.

Bach telah menyarankan bahwa atlet Rusia mungkin diizinkan kembali ke kancah internasional selama mereka ikut mengecam konflik tersebut.



Menteri Energi Qatar Sebut Eropa Bakal Krisis Gas Alam Tahun Depan

Pada Majelis Umum ANOC (Asosiasi Komite Olimpiade Nasional) yang digelar di Seoul, ibukota Korea Selatan pada Rabu pagi, Bach bersikeras bahwa para atlet tidak boleh dihukum karena kebijakan pemerintah mereka dan menuduh beberapa pemerintah secara politis mencampuri otonomi badan olahraga.

Bach mengatakan bahwa situasi yang membuat Rusia dan Belarus dilarang dari arena olahraga internasional adalah "unik" untuk gerakan Olimpiade.

Dia kembali menuduh Rusia melanggar 'Gencatan Senjata Olimpiade' dengan meluncurkan aksi militer terhadap Ukraina dan mengklaim bahwa "aneksasi" wilayah Ukraina oleh Rusia telah "memperdalam pelanggarannya terhadap Piagam Olimpiade."

“Semua ini berarti bagi kami bahwa sanksi terhadap pemerintah Rusia dan Belarusia harus dan akan tetap berlaku,” tegas kepala IOC.

Dia mengklaim bahwa rekomendasi yang dibuat IOC terhadap atlet Rusia dan Belarusia adalah "tindakan perlindungan," menjaga terhadap campur tangan politik dari pemerintah terhadap mereka.

“Kami melakukannya, tetapi dengan hati yang sangat berat, karena tindakan perlindungan ini menyangkut atlet dan ofisial yang tidak bertanggung jawab atas perang ini, yang tidak memulai perang ini,” jelas Bach.

“Atlet tidak boleh menjadi korban dari kebijakan pemerintah mereka sendiri,” tambahnya.

Sebut Wilayah Diluar Eropa sebagai Hutan Rimba, Diplomat Top Uni Eropa Minta Maaf
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait