Jitunews.Com
10 Juni 2015 17:55 WIB

Kunci Sukses Budidaya Ulat Sutera, Cek di Sini...

Yang terpenting adalah ketersediaan daun murbei sebagai pakannya

Ulat Sutera adalah produsen penghasil daripada benang sutera.

Pertanyaan :

Sebenarnya apa saja yang harus diperhatikan ketika ingin membudidayakan ulat sutera ? Mohon pencerahannya ? 

Komar, Bogor 



Ingin Hasilkan Beras Analog? Ini Langkah Mudahnya!

Jawaban :

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Kainnya saja mahal, apalagi jika sudah menjadi pakaian. Itulah salah satu ciri dari kain sutera. Lalu darimana yaa kain sutera berasal ? Bila ditelusuri, ternyata proses pembuatan kain sutera terbilang panjang. Mulai dari ulat sutera yang menjadi coccon (kepompong), kemudian coccon tersebut ditarik hingga membentuk helaian benang yang dipuntir, dan kemudian helaian benang puntir tersebut ditenun menjadi kain. Nah, kain itulah yang menjadi bahan baku pembuatan baju, selendang, ataupun celana sutera. 

Mahalnya harga kain tersebut, tentu membuat usaha budidaya ulat sutera terbilang banyak peminatnya. Namun ternyata, budidaya ulat sutera tak semudah yang dibayangkan. Sebab, ulat tersebut sangat mudah terserang penyakit. Lalu apa saja yang harus diperhatikan ketika ingin membudidayakan ulat sutera ? Berikut penjelasannya.

Pada budidaya ulat sutra, yang menjadi kunci keberhasilan usaha yakni ketersediaan daun murbei. Ada baiknya petani tidak hanya membeli daun murbei, tetapi memiliki kebun murbei sendiri untuk menekan biaya produksi. Menjaga kebersihan kandang ulat sutra putih juga penting, terutama saat ulat masih kecil (umur 0-12 hari). Ulat sutra putih kecil sangat rentan/tidak tahan terhadap bau-bauan, misalnya bau rokok dan parfum. Sehingga orang atau pekerja yang masuk kandang tidak boleh mengandung aroma tersebut.

Tak hanya itu, kaki atau alas kaki yang akan masuk ke kandang ulat sutra kecil juga harus disemprot cairan desinfektan terlebih dahulu. Kandang ulat sutra putih ukuran besar (umur di atas 12 hari) juga tidak boleh lembab. Caranya, menurut Gozali adalah dengan membersihkan kotoran ulat dan kandang setiap dua hari sekali. Rancang kandang dengan ventilasi yang baik, agar ulat mendapat sirkulasi udara yang cukup.

Sediakan seriframe pada kandang sebagai wadah proses pengokonan sang ulat (terbuat dari plastik bentuk empat persegi panjang seperti sarang. Satu unit seriframe berukuran 60 x 40 x 10 cm yang mampu menampung sekitar 250-300 butir telur. Dibutuhkan sekitar 60 unit seriframe untuk  pemeliharaan satu boks telur).
Ingin Menanam Bawang Putih? Beragam Varietas Ini Bisa Anda Jadikan Pilihan

Halaman:
  • Penulis: Christophorus Aji Saputro

Rekomendasi

 

Berita Terkait