Jitunews.Com
4 Oktober 2022 14:56 WIB

Buntut Tragedi Kanjuruhan, KPK Diminta Tindaklanjuti Pengadaan Gas Air Mata Polri

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk segera menindaklanjuti pengadaan gas air mata

Ilustrasi (Kompas)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Buntut terjadinya insiden tewasnya banyak suporter selepas laga Arema versus Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk segera menindaklanjuti pengadaan gas air mata sebesar Rp 1.03 triliun di Polri.

Diketahui Gas air mata sedang menjadi perbincangan publik. Gas air mata ini disinyalir sebagai penyebab terjadinya Tragedi di Stadion Kanjuruhan, setelah pihak Kepolisian menembakannya ke arah suporter hingga menelan ratusan korban jiwa.



Kelompok Pendukung Risma Bermunculan, Ini Komentar Wanita Emas

Direktur Eksekutif Komisi Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I), Tomu Pasaribu mengatakan bahwa kebutuhan Polri akan gas air mata hanya sebagai antisipasi untuk menghalau demo dan kerusuhan.

“Bukan digunakan mengamankan pertandingan Sepakbola seperti dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang yang memakan ratusan korban jiwa,” kata Tomu di Jakarta, Selasa (4/10/2022).

Disamping itu, Tom sapaan akrabnya, menegaskan sudah sebaiknya DPR juga mempertanyakan Kapolri dalam pengadaan gas air mata mulai tahun 2014-2022 yang menghabiskan anggaran sebesar Rp1.03 Triliun.

“Melihat keseriusan Polri memperbanyak stock gas air mata sebegitu banyak, apakah hanya untuk pengamanan atau Polri punya agenda lain? Sehingga membutuhkan gas air mata yang begitu banyak, terlebih sikap dan perilaku polisi akhir-akhir ini yang sering tembak-menembak,” ungkapnya.

Dengan kejadian-kejadian tersebut, menurut Tom, DPR harus bertindak dengan cepat untuk melakukan perubahan yang signifikan ditubuh Polri secara menyeluruh, sebagai antisipasi atas perilaku dan gerakan-gerakan yang dilakukan Polisi belakangan ini kearah sporadis.

“DPR juga harus mendesak agar KPK menindaklanjuti pengadaan gas air mata yang menghabiskan anggaran sampai Rp 1.03 Triliun tersebut. Karena tidak mungkin sampai sebanyak itu kebutuhan Polri, kalau hanya untuk menghalau demontrasi dan kerusuhan,” pungkasnya.

Mengharapkan Presiden Jokowi Menegur Ahok Adalah Sebuah Ilusi
Halaman:
  • Penulis: Khairul Anwar

Rekomendasi

 

Berita Terkait