Jitunews.Com
3 Oktober 2022 22:25 WIB

Jerman Sebut NATO Nggak Wajib Bantu Ukraina Melawan Rusia

Perwakilan tetap Jerman untuk NATO menegaskan bahwa langkah NATO menawarkan bantuan militer langsung kepada Ukraina bisa memicu perang skala besar

NATO (Reuters)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perwakilan tetap Jerman untuk NATO, Ruediger Koenig, telah menjelaskan bahwa blok pimpinan AS itu tidak berkewajiban untuk menawarkan bantuan militer langsung kepada Ukraina. Koenig menambahkan bahwa anggota NATO hanya ingin menghindari perang besar dengan Rusia.

Hal itu ia sampaikan dalam sebuah wawancara dengan media Jerman Dein Spiegel, pada hari Sabtu akhir pekan kemarin.

Pada kesempatan itu, Koenig menggambarkan keputusan Rusia untuk melancarkan serangan terhadap tetangganya pada akhir Februari sebagai peristiwa penting.



Uni Eropa Bisa Alami Krisis Finansial jika Terus-terusan Bantu Ukraina

“Kami memiliki kedamaian, dan sekarang kami melihat tiba-tiba bahwa satu negara menyerang negara lain begitu saja, di Eropa,” kata pejabat itu, menambahkan bahwa tidak ada yang bisa membayangkan hal seperti itu akan terjadi.

Ia menekankan bahwa aliansi militer secara keseluruhan bagaimanapun juga tidak memiliki kewajiban hukum untuk membantu Kiev dalam menghadapi serangan Moskow karena Ukraina bukan negara anggota.

"Ini berarti bahwa Pasal 5 perjanjian NATO tidak dapat diaktifkan," katanya.

Menurut Koenig, blok militer sangat ingin menghindari terlibat aktif dalam konflik dengan segala cara karena “ini akan berarti perang yang sangat besar.”

Skenario seperti itu, lanjutnya, akan membuat 30 negara terlibat dalam konflik, dimana itu adalah sesuatu hal yang “tidak diinginkan siapa pun”.

Dia menyimpulkan bahwa prospek perdamaian agak tipis karena posisi Ukraina dan Rusia tampaknya tidak dapat didamaikan.

Koenig mengklarifikasi bahwa Ukraina berhak menuntut agar Moskow menyerahkan semua bekas wilayah Ukraina, baik Donetsk, Lugansk, Kherson, dan Zaporozhye, serta Semenanjung Krimea.

Namun, Koening menekankan bahwa Rusia tidak mungkin memenuhi permintaan Ukraina tersebut.

Program Pangan Dunia Sebut Kelangkaan Pupuk Bakal Picu Krisis Pangan Global
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait