Jitunews.Com
3 Oktober 2022 21:27 WIB

Uni Eropa Bisa Alami Krisis Finansial jika Terus-terusan Bantu Ukraina

Uni Eropa diperkirakan akan mengalami krisis finansial karena mengeluarkan anggaran dalam jumlah besar untuk ikut membantu perekonomian Ukraina

Bendera Ukraina dan Uni Eropa (https://www.europarl.europa.eu/)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat diketahui sudah menjanjikan akan menyediakan bantuan finansial sebesar USD 1.5 Miliar per bulan kepada Ukraina, dan mendesak Uni Eropa untuk melakukan hal yang sama. Hal itu disampaikan oleh Paolo Raffone, seorang analis di CIPI Foundation, kepada Bloomberg.

"Sejak awal dimulainya 'masalah Ukraina' pada 2008 hingga 2014, sangat jelas bagi saya bahwa Anglosphere sudah menggunakannya sebagai kuda Trojan untuk memeriksa Uni Eropa (Jerman) dan Rusia," katanya.

“Kepemimpinan UE pada dasarnya bekerja melawan kepentingan Eropa, mematuhi kebijakan yang didiktekan oleh AS/Inggris/NATO. Tidak diragukan lagi, UE akan dibebani dengan bagian terbesar dalam membangun kembali Ukraina yang akan, bersama dengan Polandia, yang merupakan kekuasaan strategis AS/Inggris di Eropa Timur, untuk memisahkan Uni Eropa dari Rusia dan oleh karena itu menghalangi kekuatan Jerman sebagai pemain regional dan global. [Ini] seperti teori Mackinder tahun 1901," tambahnya.



Sembilan Negara NATO Dukung Bergabungnya Ukraina menjadi Anggota

Pemerintahan Biden telah berjanji untuk mendukung Kiev dengan bantuan ekonomi sebesar $1,5 Miliar per bulan dan telah menyetujui hibah sebesar $4,5 Miliar untuk Ukraina guna memenuhi kebutuhan negara tersebut hingga akhir tahun.

Menurut laporan Bloomberg, mengutip sejumlah narasumber yang mengetahui masalah tersebut, Gedung Putih juga telah mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Uni Eropa yang mendesak mereka untuk mengikuti langkah tersebut untuk menjaga ekonomi Ukraina tetap bertahan.

Menurut IMF, Ukraina membutuhkan anggaran sekitar $ 5 Miliar per bulan untuk menutupi pembelanjaan penting.

Sementara itu, Uni Eropa belum memenuhi komitmennya sebesar hampir 9 Miliar euro ($8,8 Miliar) untuk Kiev, dimana blok tersebut hanya membayar 1 Miliar euro selama musim panas lalu. Sementara itu, 5 Miliar euro lainnya telah dialokasikan, tetapi belum dibayarkan ke Ukraina dan sisa dari jumlah tersebut tetap terjebak dalam masalah formal dan keuangan.

Cadangan Gas Berkurang Drastis, Inggris Bakal Alami Krisis Pasokan Listrik selama Musim Dingin
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait