Jitunews.Com
3 Oktober 2022 09:24 WIB

Respons Polri soal Penggunaan Gas Air Mata di Kanjuruhan Padahal Dilarang FIFA

FIFA melarang penggunaan gas air mata saat pengamana

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo (JPNN)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - FIFA melarang penggunaan gas air mata saat pengamanan. Saat peristiwa di Stadion Kanjuruhan, Malang, aparat menggunakan gas air mata.

Ditanya soal hal itu, Polri mengatakan akan menunggu hasil investigasi terlebih dulu.

"Tunggu kerja tim (investigasi) dulu," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Dedy Prasetyo, Minggu (2/10).



Minta Panpel Tanggung Jawab Buntut Tragedi Kanjuruhan, Eks Pelatih Arema FC: Kerusuan Suporter Sudah Lama Tapi Dibiarkan

Seperti diketahui, kerusuhan di Kanjuruhan berawal dari para suporter Arema menyerbu larangan setelah timnya kalah melawan Persebaya. Suporter yang menyerbu lapangan dan dinilai sudah anarkis, polisi lalu menghalau dan menembakkan gas air mata.

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta menjelaskan penggunaan gas air mata. Nico menyebut suporter telah bertindak anarkis dengan menyerang petugas dan merusak mobil.

"Oleh karena pengamanan melakukan upaya-upaya pencegahan dan melakukan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke dalam lapangan mengincar para pemain," kata Nico dalam konferensi pers di Polres Malang, Minggu (2/10).

"Dalam prosesnya itu untuk melakukan upaya-upaya pencegahan sampai dilakukan (penembakan) gas air mata karena sudah anarkis, sudah menyerang petugas, merusak mobil, dan akhirnya kena gas air mata," tambahnya.

Buntut Tragedi Kanjuruhan, PWNU Jatim: Kapolri Wajib Copot Kapolda dan Kapolres Malang!
Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Rekomendasi

 

Berita Terkait