Jitunews.Com
2 Oktober 2022 09:16 WIB

Penyebab 127 Orang Tewas Usai Laga Arema FC Vs Persebaya, Terinjak-injak Hinga Sesak Nafas

Selain korban yang meninggal, ia menyebut ada 180 orang yang mengalami luka-luka

Kisruh suporter Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) (Antara/ H Prabowo)

MALANG, JITUNEWS.COM - Kerusahan terjadi antara suporter Arema FC dengan aparat kepolisian di Stadiun Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).

Kerusahan yang terjadi usai pertandingan Arema FC dan Persebaya itu telah mengakibatkan 127 orang meninggal dunia. Dua diantaranya yakni anggota polisi.

Sementara itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi karena penumpukan massa hingga terinjak-injak. Suporter, kata dia, banyak yang mengalami sesak nafas karena kekurangan oksigen.



Minta Maaf atas Korban Meninggal di Kanjuruhan, Ketum PSSI: Kami Langsung Bentuk Investigasi ke Malang

"Di dalam proses penumpukan itulah terjadi sesak nafas karena kekurangan oksigen," kata Nico di Mapolres Malang, Minggu (2/10/2022).

Selain korban  yang meninggal, ia menyebut ada 180 orang yang mengalami luka-luka. Korban luka, kata dia, sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

"Oleh tim medis dan tim gabungan dilakukan upaya pertolongan yang ada di dalam stadion kemudian juga dilakukan evakuasi ke beberapa rumah sakit," jelasnya.

Lebih lanjut, ia merinci korban yang meninggal dunia dalam insiden maut tersebut. Ia menyebut 34 orang meninggal dunia di stadion, sementara sisanya meninggal saat proses pertolongan di rumah skit.

"Yang meninggal di dalam stadion ada 34 orang, kemudian yang lain-lain di rumah sakit pada saat proses pertolongan," ujarnya.

 

Dilarang FIFA, Ini Alasan Polisi Tetap Tembakan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait