Jitunews.Com
29 September 2022 23:00 WIB

Rusia Sebut Rusaknya Jalur Pipa Gas Nord Stream Disebabkan oleh Tindak Terorisme

Juru bicara Kremlin mengatakan bahwa kerusakan yang terjadi pada jalur pipa gas Nord Stream 1 dan 2 disebabkan oleh tindak terorisme

Jalur pipa gas Rusia-Jerman, Nord Stream 2 (Sputnik)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kerusakan yang terjadi pada jalur pipa gas Rusia-Jerman, Nord Stream 1 dan Nord Stream 2 menunjukkan kemungkinan disebabkan oleh 'tindakan teroris'. Hal itu disampaikan oleh juru bicara kantor Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, pada hari Kamis (29/9).

Peskov mengatakan kepada wartawan bahwa saat ini sulit untuk mengatakan dengan pasti apa yang terjadi pada jaringan pipa, tetapi "skala kehancuran menunjukkan bahwa itu benar-benar semacam tindakan teroris."

“Sangat sulit membayangkan aksi teroris semacam itu bisa terjadi tanpa keterlibatan beberapa kekuatan negara,” tambahnya, dikutip RT.com.



Buntut Referendum di Wilayah Ukraina yang Diduduki oleh Rusia, Uni Eropa Bakal Tingkatkan Kebijakan Sanksi

Juru bicara itu juga diminta untuk mengomentari sebuah laporan oleh CNN, yang mengutip informasi dari pejabat intelijen Barat yang mengklaim bahwa Rusia-lah yang melakukan tindak sabotase terhadap jalur pipa gas tersebut. Menurut sumber anonim itu, kapal perang Rusia terlihat tidak jauh dari kebocoran gas lepas pantai pada hari Senin dan Selasa awal pekan ini.

“Daerah ini adalah Laut Baltik. Lebih banyak lagi kendaraan terbang, terapung, dan lintas laut lainnya milik negara-negara NATO yang bisa diamati di sana,” tegas Peskov.

Kebocoran dari pipa gas, yang menghubungkan Rusia ke Jerman, ditemukan oleh otoritas Denmark pada Selasa (27/9) setelah operator Nord Stream melaporkan adanya penurunan tekanan gas secara signifikan. Pihak berwenang Denmark dan Swedia kemudian mengatakan serangkaian ledakan bawah laut telah terdeteksi di dekat pulau Bornholm di Laut Baltik.

Hal ini membuat Rusia, AS, Uni Eropa, dan Swedia berasumsi bahwa kebocoran tersebut mungkin merupakan hasil dari tindakan yang disengaja. Beberapa pejabat Uni Eropa menuduh Rusia sengaja merusak jalur pipa gas tersebut untuk membuat harga komoditas energi di pasar Uni Eropa semakin meroket.

Peskov menanggapi klaim itu pada hari Rabu, menyebutnya "tidak masuk akal" dan menunjukkan bahwa kebocoran itu juga "masalah besar" bagi Rusia. Dia mengulangi bahwa AS baru-baru ini menghasilkan “keuntungan” yang begitu banyak dari pengiriman gas alam cairnya ke Eropa dan akan terus memperoleh keuntungan dengan melanjutkan pengiriman semacam itu.

Menlu Polandia Sebut NATO Bakal Intervensi Konflik Ukraina
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait