Jitunews.Com
28 September 2022 10:11 WIB

Minta Lukas Enembe Dijemput Paksa Seperti Setya Novanto, MAKI: Kalau KPK Takut, Bubarkan Saja

MAKI mengatakan bahwa penegakan hukum harus berlaku sama terhadap semua warga negara Indonesia

Boyamin Saiman (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman meminta KPK menjemput paksa Gubernur Papua Lukas Enembe yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi. Pasalnya, Lukas Enembe sudah dua kali mengakir dari panggilan pemeriksaan.

"Harus jemput paksa dan dilakukan penahanan karena KUHAP atur cara itu, kalau nanti benar-benar sakit maka cukup dibantarkan di rumah sakit," kata Boyamin Saiman kepada wartawan, Selasa (27/9/2022).

Ia mengatakan bahwa penegakan hukum harus berlaku sama terhadap semua warga negara Indonesia. Ia meminta KPK memperlakukan Lukas Enembe seperti tersangka korupsi E-KTP Setya Novanto.



KPK Respons Jokowi yang Prihatin Penegakan Hukum Gembos di MA

"Hukum harus berlaku semua seperti KPK memperlakukan Setya Novanto,"ujarnya.

Lebih lanjut, ia meminta agar KPK tidak takut melakukan penjemputan paksa terhadap Lukas Enembe. Ia menyarankan agar KPK membawa tim dokter karena yang bersangkutan beralasan sakit.

"KPK tidak boleh takut, koordinasi dengan TNI dan Polri. Kalau KPK takut ya bubarkan saja. Betul (KPK tak perlu menunggu Lukas), setidaknya KPK bawa tim dokter independen dari IDI untuk memeriksa kesehatan LE," ucap dia.

Lukas Enembe Mangkir Pemeriksaan KPK, SBY Diminta Turun Tangan
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait