Jitunews.Com
8 September 2022 09:00 WIB

PKS soal Harga BBM Naik: Pemerintah Lebih Pentingkan IKN Ketimbang Masyarakat

Pemerintah bisa saja menunda proyek pembangunan infrastruktur yang tidak terlalu mendesak.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera (Jitunews/Latiko Aldilla Dirga)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Anggota DPR Fraksi PKS, Mardani Ali Sera menilai kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak sebanding dengan kebutuhan anggaran energi yang masih rawan jebol.

“Seperti ambil gampangnya saja dengan menaikkan harga BBM. Kesalahan dalam pengelolaan & pengawasan kok dibebankan ke masyarakat?” kata Mardani dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (8/9).

Menurut Mardani, pembengkakan kompensasi subsidi dan energi bisa diantisipasi dengan pembatasan dan pengawasan ketat terhadap penyaluran BBM. Hal ini mengingat subsidi energi, belum tepat sasaran atau lebih dari 70% subsidi dinikmati masyarakat yang tidak berhak.



Soal Kenaikkan Harga BBM, Luhut: Keputusan Presiden Betul-betul Dilakukan Sangat Hebat

“Ada opsi lain yang sebenarnya dimiliki pemerintah, yakni melakukan realokasi anggaran untuk pos-pos anggaran yang tidak mendesak. Contoh proyek infrastruktur yang masih bisa ditunda pembangunannya,” ujarnya.

“Tapi pemerintah lebih mementingkan IKN & kereta cepat ketimbang bantu masyarakat,” lanjut Mardani.

Selain itu, Mardani menyoroti subsidi energi yang tidak sepenuhnya tersalurkan ke rakyat miskin, melainkan sebagian ke BUMN. “Perlu dilihat definisi subsidi sebesar 502T yang disinyalir oleh ahli sebagai hoaks karena nyatanya hanya 69,8T (dari klaim 502,4T),” ungkapnya.

Mardani menambahkan solusi alternatif terkait pembengkakan subsidi energi, seperti efisiensi Pertamina, pembenahan hulu-hilir Migas.

“Tak hanya dengan menaikkan harga BBM yang langsung berimbas ke masyarakat kecil,” pungkasnya.

Minta Demokrat Belajar Matematika Sebelum Kritik Harga BBM, PDIP: Era SBY Kenaikan Lebih Mahal
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait