Jitunews.Com
20 Agustus 2022 10:17 WIB

Sebut Sambo Ikut Tembak Brigadir J Dua Kali, Komnas HAM: Tapi Dia Ngaku Perintahkan Bharada E

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan Damanik menyebut Sambo tidak secara terbuka mengaku telah menembak Brigadir J

Ahmad Taufan Damanik (Komnas HAM)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan Damanik mengungkapkan fakta terbaru terkait penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Taufan menyebut mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo turut menembak Brigadir J sebanyak dua kali. Informasi itu, kata dia, diperoleh saat pihaknya memeriksa Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E.

"Sementara sebaliknya kami periksa Richard (Bharada E), dia mengakui bahwa Pak FS (Ferdy Sambo) melakukan tembakan, dua tembakan ke Yosua," kata Taufan seperti dilansir CNNIndonesia.com, Sabtu (20/8/2022).



Putri Candrawathi Belum Ditahan, Politikus PDIP: Alasan Sakit Itu Sudah Klasik

Meski demikian, Taufan menyebut Sambo tidak secara terbuka mengaku telah menembak Brigadir J. Sambo, kata dia, hanya mengakui memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J dan sebagai otak yang merancang skenario terkait kasus penembakan itu.

"Tapi, dia (Ferdy Sambo) katakan memang dia yang perintahkan Richard atau Bharada E untuk melakukannya," ujarnya.

Ia menjelaskan skenario yang dimaksud yaitu mengubah tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian menghilangkan barang bukti seperti perusakaan CCTV.

"Termasuk juga mengondisikan supaya orang-orang yang menjadi saksi kunci itu memberikan keterangan sebagaimana skenario yang dia buat, yaitu skenario seolah-olah ada tindakan pelecehan seksual di rumah Duren Tiga (rumah dinas Sambo) yang dilakukan oleh saudara Yosua terhadap istrinya (Putri Candrawathi)," bebernya.

Soal Kasus Sambo, Demokrat: Momen Bersihkan Oknum Polri dari Kejahatan Terorganisir
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait