Jitunews.Com
16 Agustus 2022 17:10 WIB

Kasus Penolakan Paspor Indonesia, PKS: Harus Dijadikan Pelajaran Berharga untuk Pemerintah

pemerintah Indonesia khususnya Imigrasi, Kemenlu dan kementria lembaga lainnya untuk lebih memperhatikan kesetaraan atau aturan di negara lain

Wakil Ketua Fraksi PKS Bidang Polhukam Sukamta (PKS.ID)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota DPR RI, Sukamta angkat suara menanggapi sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) mendapatkan masalah ketika mengurus visa masuk ke Jerman karena memiliki paspor RI tanpa spesimen tanda tangan

Dia menyatakan pemerintah Indonesia khususnya Imigrasi, Kemenlu dan kementria lembaga lainnya untuk lebih memperhatikan kesetaraan atau aturan di negara lain terkait dengan aktivitas WNI di luar negeri.

“Masalah paspor Indonesia yang ditolak di Jerman ini terlihat sederhana hanya mengenai pencetakan blanko spesimen tanda tangan. Namun akibatnya fatal ketika ada negara menolak atau menyatakan bahwa paspor tidak sesuai dengan aturan internasional sehingga WNI tidak bisa membuat visa masuk ke negara tersebut. Ini jadi pelajaran berharga untuk pemerintah," kata dia dalam siaran pers yang diterima Jitunews.com, Selasa (16/8/2022).



Arif Wibowo Resmi Pimpin Garuda Indonesia

Sukamta kemudian menyoroti hal lain yang kemungkinan akan mengalami kejadian serupa yaitu dalam hal pelindungan data pribadi.

“Aturan internasional ini yang benar-benar harus diperhatikan Indonesia baik untuk masalah paspor maupun hal lain yang berhubungan dengan dunia internasional. Kedepan ada isu penting lainnya mengenai kesetaraan aturan internasional yang akan muncul masalah serupa jika kita tidak mengantisipasi.  Salah satunya isu mengenai lembaga pelindungan data pribadi dalam Rancangan UU Pelindungan Data Pribadi. Kesetaraan lembaga pelindungan data pribadi ini menjadi penting apakah setara dengan negara lain.“     

“Lembaga PDP akan menentukan level kesetaraan atau adequacy dari hukum PDP Indonesia dengan negara atau kawasan lain seperti kesetaraan yang diatur oleh GDPR-nya Eropa. Keseteraan ini akan berpengaruh terhadap kemudahan pelindungan, transfer data internasional.”

Anggota Komisi 1 DPR RI ini mengingatkan dunia global semakin tanpa sekat sehingga kesamaan, kesetaraan aturan antar negara atau aturan dunia internasional harus diperhatikan agar Indonesia tidak terkucil atau hanya menjadi negara pinggiran.

Wahh, Usai RUPS 6 Direksi Garuda Dicopot
Halaman:
  • Penulis: Khairul Anwar

Rekomendasi

 

Berita Terkait