Jitunews.Com
15 Agustus 2022 22:15 WIB

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Harus Dilanjutkan, Atau Dunia Terancam Hadapi Perang Nuklir

Perjanjian New START antara AS dan Rusia harus dilanjutkan untuk mencegah terjadinya perang nuklir

Ilustrasi ledakan nuklir (istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Konferensi Peninjauan Kesepuluh Perjanjian tentang Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) Gustavo Zlauvinen, pada Senin (15/8) mengatakan bahwa tanpa perpanjangan Perjanjian New START antara Amerika Serikat dan Rusia, dunia mungkin akan kembali memiliki perlombaan senjata baru antara negara adikuasa.

"Itu [berakhirnya Perjanjian New START] bisa memicu perlombaan senjata baru antara dua negara adidaya (Rusia dan AS)," kata Zlauvinen, dikutip Sputniknews.

Menurutnya, risiko terjadinya perang nuklir akan jauh lebih besar tanpa adanya jalur komunikasi antara Rusia dan Amerika Serikat.



Terorisme di Afghanistan Tak Akan Hilang Hanya karena AS Bunuh Pimpinan Al Qaeda

"Bahkan pada puncak ketegangan dalam Perang Dingin, jika Anda mengambil contoh Krisis Rudal Kuba, selalu ada saluran komunikasi antara Moskow dan Washington di tingkat tertinggi, dan krisis dapat dihindari karena komunikasi itu. Tampaknya sekarang tidak ada komunikasi seperti itu," kata Zlauvinen.

“Tanpa komunikasi, maka risikonya (perang nuklir) jauh lebih tinggi,” tambahnya.

Zlauvinen menunjukkan bahwa, misalnya, sehubungan dengan konflik di Ukraina, komunikasi di tingkat tertinggi antara Washington, Moskow, atau Uni Eropa dan Moskow, telah terputus.

“Mereka [Amerika Serikat dan Rusia] harus memiliki lebih banyak tanggung jawab dalam melakukan diskusi, percakapan, kontrol senjata, dan pengurangan,” kata Zlauvinen.

Sudah Dapat Bantuan Finansial dari Negara Barat, Tapi Ukraina Masih Kesulitan Bayar Gaji Tentaranya
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait