Jitunews.Com
10 Agustus 2022 10:56 WIB

Apresiasi Kapolri di Kasus Brigadir J, PKS: Sudah Selayaknya Bila Kasus KM 50 Juga Dibuka Kembali

Hidayat berharap kasus KM 50 yang menewaskan sejumlah laskar Front Pembela Islam (FPI) juga diusut tuntas

Hidayat Nur Wahid (Detik.com)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J. Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) memberikan apresiasi kepada Kapolri.

"Ini komitmen yang sangat baik dan perlu didukung, dan sedang dibuktikan di dalam kasus Brigadir J ini. Komitmen kuat seperti ini penting bisa dilaksanakan dalam kasus-kasus lainnya, seperti kasus KM 50, demi tegaknya hukum berkeadilan dan hadirnya perlindungan terhadap rakyat, dan terselamatkannya citra polisi," ujar Hidayat dalam keterangannya, Rabu (10/8).

Hidayat berharap kasus KM 50 yang menewaskan sejumlah laskar Front Pembela Islam (FPI) juga diusut tuntas. Ia memberikan apresiasi komitmen Kapolri yang mengusut tuntas kasus-kasus yang menjadi perhatian publik.



FS Jadi Tersangka, SETARA Institute: Kapolri Lulus Ujian Terberat

"Semakin terkuaknya bukti-bukti dan kejanggalan-kejanggalan terkait dibunuhnya Brigadir J, maka saya mendukung Kapolri untuk mengusut tuntas kasus ini. Hal ini juga momentum untuk mengembalikan kepercayaan publik, juga untuk melanjutkan komitmen Kapolri untuk usut tuntas kasus KM 50 terkait unlawful killing terhadap beberapa laskar FPI, sesuai yang dilaporkan oleh Komnas HAM," sambungnya.

Hidayat menyebut kasus Brigadir J membuka mata publik bahwa perlu dilakukan pengusutan secara serius dan transparan agar bisa dibongkar. Menurutnya, demi menjaga citra polisi kasus KM 50 juga harus dibuka kembali dan diusut serius.

"Kasus Brigadir J ini membuka mata publik, bahwa perlu pengusutan secara serius, tuntas, jujur, transparan dan melibatkan banyak pihak yang berkewenangan, agar suatu kasus dapat benar-benar dibongkar. Jadi, demi keadilan hukum, dan menyelesaikan berbagai spekulasi, dan menjaga citra polisi sebagai penegak hukum dan pengayom masyarakat secara adil, sudah selayaknya bila Kasus KM 50 terkait gugurnya beberapa Laskar FPI, juga dibuka kembali, dan diusut secara serius, jujur dan tuntas," tandasnya.

Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini berharap penegakan hukum sesuai dengan slogan Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) yang dicanangkan oleh Kapolri.

"Penting slogan ini tidak hanya diterapkan ketika yang menjadi korban adalah anggota kepolisian, tetapi juga ketika korbannya adalah rakyat biasa seperti 6 laskar FPI. Hal yang juga menjadi tuntutan dari para aktivis hukum dan HAM seperti KONTRAS," pungkasnya.

Eks Ketua Komnas HAM Apresiasi Kapolri yang Tak Tutupi Kasus Brigadir J dan Selamatkan Polri
Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Rekomendasi

 

Berita Terkait