Jitunews.Com
1 Juli 2022 21:15 WIB

Vladimir Putin Sebut Tekanan Politik Negara Barat Percepat Integrasi Rusia-Belarusia

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa proses integrasi Rusia-Belarusia mengalami percepatan berkat tekanan politik dari negara-negara barat

Alexander Lukashenko dan Vladimir Putin (the Guardian)

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Presiden Vladimir Putin pada hari Jumat (1/7) mengatakan bahwa tekanan politik dari negara-negara Barat telah mempercepat integrasi Belarusia dengan Rusia, yang telah berlangsung terus menerus selama lebih dari dua dekade.

“Tekanan politik dan sosial yang belum pernah terjadi sebelumnya dari apa yang disebut kolektif Barat mendorong kami untuk mempercepat proses penyatuan: bersama-sama untuk meminimalkan kerusakan akibat sanksi ilegal, untuk membuatnya lebih mudah untuk menguasai output produk yang dibutuhkan, untuk mengembangkan kompetensi baru, untuk memperluas kerja sama dengan negara-negara sahabat,” kata Putin dalam forum bilateral, dikutip Reuters.

Kedua negara itu menandatangani Perjanjian Persatuan pada tahun 1997 yang dimaksudkan untuk memulihkan beberapa hubungan dekat yang terputus oleh runtuhnya Uni Soviet.



Finlandia Hanya Akan Lakukan Ekstradisi Tahanan Sesuai Perjanjian Eropa

Sementara itu, Presiden Belarusia Alexander Lukashenko menjadi lebih terikat pada Moskow pada akhir 2020, ketika Putin memberikan dukungan politik dan keuangan saat ia menghancurkan gelombang protes anti-pemerintah yang dipicu oleh pemilihan presiden yang menurut pihak oposisi penuh dengan kecurangan.

Pada bulan Februari, Lukashenko mengizinkan Moskow untuk menggunakan wilayahnya sebagai landasan peluncuran Rusia untuk menyerang Ukraina.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu pekan lalu mengatakan kedua negara harus mengambil tindakan bersama yang mendesak untuk meningkatkan kemampuan pertahanan dan kesiapan tempur pasukan mereka.

Di bawah Union Treaty, baik Belarusia maupun Rusia masing-masing tetap berdaulat, tetapi kedua negara saling memberikan hak tinggal dan kewarganegaraan kepada warga negara lainnya.

Turki Siap Ekspor Kembali Gandum dan Bahan Pangan dari Ukraina
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait