Jitunews.Com
30 Juni 2022 16:27 WIB

Soal Pembelian Pertalite Lewat Mypertamina, Irto Ginting: Untuk Melindungi Masyarakat Miskin dan Rentan

BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat golongan menegah ke atas.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting (Jitunews.com/herumuawin)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Penggunaan aplikasi MyPertamina saat membeli bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar akan diujicobakan dibeberapa daerah di Indonesia

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan hal ini dilakukan untuk melindungi masyarakat yang benar-benar berhak menggunakan BBM bersubsidi.

"Di sini komitmen Pertamina dalam menjamin menyalurkan pertalite dan solar sesuai dengan regulasi sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan sehingga bisa tepat sampai ke sasarannya," kata Irto dalam konferensi pers virtual, Kamis (30/6/2022)



Dunia Usaha Harus Proaktif Dukung Swasembada Pangan

"Karena subsidi tepat sasaran ini tentunya akan melindungi masyarakat miskin dan rentan yang sebenarnya mereka inilah yang berhak untuk menikmati subsidi energi yang diberikan oleh pemerintah," imbuhnya.

Dia menjelaskan bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat golongan menegah ke atas. Konsumen tersebut adalah pengguna yang tidak berhak alias orang-orang yang mampu.

"Hampir 60 persen terkaya menikmati hampir 80 persen dari total konsumsi BBM subsidi," kata Irto.

Sementara itu, masyarakat miskin dan rentan atau 40 persen masyarakat ekonomi terbawah hanya menikmati sekitar 20 persen dari total konsumsi BBM.

Menurutnya meski pengisian BBM bersubsidi melalui website MyPertamina akan diberlakukan tanggal 1 Juli 2022, namun bagi yang belum mendaftar akan tetap dilayani.

Dia menjelaskan tanggal 1 Juli 2022 merupakan awal masa pendaftaran pengguna di website MyPertamina.

"Dalam proses pendaftaran itu pengisian BBM baik Solar maupun Pertalite masih bisa dilakukan seperti biasa. Jadi jangan beranggapan besok harus punya QR code kalau enggak ditolak, saya katakan itu tidak benar. Jadi selama proses pendaftaran, semua proses pembelian masih seperti biasa,"  pungkasnya.

Tahun Depan, Pemerintah Bangun 47 Pembangkit Diesel
Halaman:
  • Penulis: Khairul Anwar

Rekomendasi

 

Berita Terkait