Jitunews.Com
29 Juni 2022 17:10 WIB

LSAK: Kritik kepada KPK soal Harun Masiku Sangat Politis dan Kebanyakan Gimmick

ICW Kebanyakan gimmick dan politis banget

Caleg PDIP (facebook)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - ICW kembali mengkritik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait upaya pencarian buron Harun Masiku yang masih nihil dengan menggelar aksi teatrikal memperingati 900 hari buronan Harun Masiku di depan Gedung KPK, Selasa (28/6/2022).

Dalam aksinya, ICW juga mendesak Ketua KPK Firli Bahuri untuk meninggalkan jabatannya karena dianggap tidak cakap sebagai pemimpin.

Menanggapi hal tersebut, peneliti Lembaga Studi Antikorupsi (LSAK), Ili Sadeli mengatakan dorongan pencarian buron Harun Masiku kepada KPK lebih banyak unsur politisnya untuk mendongkel dan mendelegitimasi kinerja Firli Bahuri dan Komisioner KPK lainnya ditengah berbagai gebrakan dan upaya KPK dalam menangani berbagai kasus korupsi lain yang saat ini tengah berjalan.



Kritik Lagu Mars Buatan Istri Firli, ICW: Tak Akan Memperbaiki Citra Buruk KPK

LSAK balik menyindir ICW yang cuma sibuk dengan buron Harun Masiku tapi diam dengan kasus dugaan korupsi yang tengah disidik KPK seperti formula E termasuk menguapnya kasus dugaan korupsi pameran buku di Jerman tahun 2015.

“Kebanyakan gimmick dan politis banget, pesannya jelas dan sistematis seperti ingin mendelegitimasi bahwa KPK hari ini tidak bekerja, dan itu disuarakan oleh kelompok mereka yang terafiliasi dengan orang-orang yang tersingkirkan di KPK,” katanya, Rabu (29/6/2022).

“KPK juga bukan diam seribu bahasa, sudah berulang kali menyatakan bahwa pencarian terhadap Harun Masiku kan masih berjalan terus, kami juga tentu mengkritik hasilnya yang belum jelas hingga saat ini. Tapi kita menolak dengan tegas kasus ini dijadikan serangan dan pelemahan terhadap KPK ditengah upaya penindakan dan pencegahan pemberantasan korupsi yang terus berjalan,” tambahnya.

LSAK lanjut Ili mengajak semua pihak untuk terus mendukung KPK menuntaskan berbagai kasus korupsi yang saat ini tengah ditangani termasuk upaya pencarian buron Harun Masiku secara proporsional seraya tetap meminta KPK fokus bekerja menangani kasus lain yang sedang berjalan termasuk mendukung berbagai program pencegahan.

“Kita kawal terus KPK ini dengan tulus agar tetap tegak lurus bekerja memberantas korupsi di Indonesia,” pungkas Ili.

Senada dengan Ili, Aktivis Kader Penggerak Anti Korupsi (KPAK), Purwanto mengapresiasi kinerja dan konsistensi pemberantasan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibawah kepemimpinan Firli Bahuri dalam beberapa pekan terakhir seperti penetapan status tersangka mantan Bupati Tanahbumbu Kalimantan Selatan, Mardani Maming dan terbaru KPK Terima Asset Recovery Korupsi e-KTP dari AS Senilai Rp 86,6 Miliar dari Penegak hukum Amerika Serikat (US Marshal) pada Senin, 27 Juni 2022.

“Kalau mau jujur kita patut bangga bahwa dengan bukti kinerjanya selama ini, KPK dibawah kepemimpinan Firli Bahuri tetap tegak lurus dan komitmen dalam pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu,” kata Purwanto di Jakarta, Selasa (28/6/2022).

Purwanto berharap pihak-pihak yang selama ini tendensius dan selalu menilai negatif terhadap KPK untuk membuka mata dan tidak lagi melakukan upaya pelemahan dengan menggiring opini pemberantasan korupsi tidak berjalan.

“Apa lagi yang diragukan, bahkan katanya figur kuat pun jika memang ada indikasi hukum dengan dua alat bukti sah KPK sampai hari ini tidak pandang bulu, dalam program pencegahan lebih mantap lagi seperti salah satunya ada program Politik Cerdas Berintegritas (PCB) Terpadu 2022 yang digagas ketua KPK dengan mengajak para pimpinan partai politik menjauhi korupsi,” jelasnya.

Sindir KPK yang Dapat Nilai D Gegara Pandemi, MAKI: Alasan Mengada-ada, Seperti Anak Kecil
Halaman:
  • Penulis: Khairul Anwar

Rekomendasi

 

Berita Terkait