Jitunews.Com
17 Juni 2022 19:36 WIB

Ketua MPR: Pak Hadi Memiliki Leadership Kuat, Cocok Menghadapi Tantangan di Kementerian ATR/BPN

Hadi Tjahjanto memiliki jiwa leadership yang kuat sehingga sangat cocok untuk menghadapi berbagai tantangan

Bambang Soesatyo. (Jitunews/Bayu Erlangga)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mendukung langkah Presiden Joko Widodo mengangkat mantan Panglima TNI Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto menjadi Menteri ATR/Kepala BPN.

Menurutnya Hadi Tjahjanto memiliki jiwa leadership yang kuat sehingga sangat cocok untuk menghadapi berbagai tantangan dan pekerjaan rumah yang dihadapi kementerian ATR/BPN.

Antara lain memberantas mafia tanah, serta memperluas reforma agraria dan menyelesaikan konflik agraria.



Tak Masalah Posisinya Digantikan Hadi Tjahjanto, Sofyan Djalil: Ia Prajurit Sejati

"Masih maraknya praktik mafia tanah tidak hanya menyengsarakan masyarakat umum, melainkan juga merugikan investor. Tidakjarang dalam melakukan operasinya, para mafia tanah ini juga berkolaborasi dengan mafia peradilan," ujar Bamsoet di Jakarta, di Gedung MPR RI Jumat (17/6/22).

"Memberantas mafia tanah harus dilakukan dari hulu ke hilir, dari mulai membenahi sistem di Kementerian ATR/BPN hingga membangun kerjasama yang erat dengan para penegak hukum. Tugas yang berat ini pasti bisa dilakukan oleh Pak Hadi," imbuhnya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan, Presiden Joko Widodo sejak tahun 2015 lalu telah menggencarkan reforma agraria sebagai bagian dalam menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di masyarakat.

Berbagai target yang ingin dikejar dalam reforma agraria telah dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Namun hingga kini, beberapa belum sepenuhnya tercapai, mengingat masih besarnya tantangan yang dihadapi di lapangan.

"Beberapa yang sudah tercapai dan bahkan melampaui target antara Iain, legalisasi aset dari target 4,5 juta hektar Iahan hingga akhir tahun 2021 lalu sudah mencapai 7,79 juta hektar. Legalisasi pendaftaran tanah (PTSL) juga telah melampaui target dan 3,9 juta hektar menjadi 7,68 juta hektar," kata Bamsoet.

"Sementara target yang belum terselesaikan, antara Iain redistribusi Iahan dari target 4,5 juta hektar baru tercapai 1,44 juta hektar. Serta redistribusi tanah dari pelepasan kawasan hutan dari target 4,1 juta hektar baru terealisasi 298,404 hektar," jelas Bamsoet.

Akui Tak Mudah jadi Wamen ATR, Juli Antoni: Ini Bukan Bidang yang Saya Geluti
Halaman:
  • Penulis: Khairul Anwar

Rekomendasi

 

Berita Terkait