Jitunews.Com
28 Mei 2022 10:30 WIB

Rusia Siap Lanjutkan Suplai Gas ke Austria dan Gelar Pertukaran Tahanan Perang dengan Ukraina

Kanselir Austria mengatakan bahwa Presiden Vladimir Putin bersedia melanjutkan pengiriman gas Rusia ke Austria dan memulai pertukaran tahanan perang dengan Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin (Sputniknews)

VIENNA, JITUNEWS.COM - Kanselir Austria Karl Nehammer mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan memenuhi komitmen pengiriman gas alam Rusia dan siap untuk membahas pertukaran tahanan dengan Ukraina. Kedua pemimpin melakukan pembicaraan melalui panggilan telepon pada hari Jumat (27/5).

Dilansir dari Al Arabiya, saat ditanya oleh wartawan mengenai apa yang dikatakan Putin kepadanya tentang pengiriman gas, Nehammer berkata: "Dia juga mengangkat topik itu (dan mengatakan) bahwa semua pengiriman akan diselesaikan secara penuh."

Dalam pernyataan terpisah, kantor Kepresidenan Rusia mengatakan pihaknya telah menegaskan kembali komitmennya untuk mematuhi kewajiban kontrak atas pasokan gas alam ke Austria, yang selama ini 80 persen kebutuhan gasnya disuplai oleh Rusia.



Waspada Monkeypox, WHO: Tidak Perlu Vaksinasi Massal

Pada panggilan telepon itu, Nehammer juga mengatakan bahwa Putin telah menyatakan kesiapannya untuk membahas pertukaran tahanan dengan Ukraina.

"Jika dia benar-benar siap untuk bernegosiasi adalah pertanyaan yang kompleks," tambahnya.

Sementara itu, menurut pernyataan tertulis dari Kremlin, Vladimir Putin mengatakan kepada Nehammer bahwa upaya untuk menyalahkan Rusia atas kesulitan dalam pengiriman biji-bijian ke seluruh dunia merupakan hal yang tidak berdasar. Pemimpin Rusia itu menuding jika krisis pangan disebabkan oleh kebijakan sanksi yang diberlakukan oleh negara-negara Barat terhadap Rusia.

"Vladimir Putin menekankan bahwa upaya untuk membuat Rusia bertanggung jawab atas kesulitan pasokan produk pertanian ke pasar dunia tidak berdasar," kata Kremlin setelah panggilan telepon.

“Penjelasan terperinci telah diberikan tentang penyebab sebenarnya dari masalah ini, yang muncul karena sanksi anti-Rusia oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa,” tambahnya.

Ukraina Bakal Kehilangan Kemerdekaan jika Merger dengan Polandia
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait