Jitunews.Com
22 Mei 2022 20:56 WIB

5 Tips Bijak Menggunakan PayLater agar Tidak Kebablasan saat Belanja Online

PayLater atau fitur layanan bayar tunda kini tengah digandrungi banyak orang

Ilustrasi (blog.amartha.com)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PayLater atau fitur layanan bayar tunda kini tengah digandrungi banyak orang. Sistemnya yang mudah, pendaftarannya yang tak terlalu rumit, hingga terdapatnya fasilitas bayar nanti menjadi alasan mengapa PayLater kini banyak dipilih masyarakat, terutama mereka yang tidak punya kartu kredit.

Maka tak heran, saat ini juga e-commerce hingga platform yang menyediakan fitur ini. Terlebih, tak hanya bisa menunda pembayaran, melalui PayLater juga Anda bisa kredit barang online yang sebelumnya hanya bisa dilakukan jika memiliki kartu kredit.

Semakin mudahnya sistem pembayaran melalui PayLater juga membuat orang kini bisa membeli apapun melalui aplikasi, mulai dari tiket pesawat, booking hotel, tiket kereta api, hingga membeli handphone. Tak hanya itu, dengan PayLater Anda juga tak perlu repot-repot pergi ke atm atau membuka aplikasi lainnya untuk mentransfer uang. Cukup dengan satu aplikasi, Anda bisa melakukan semua transaksi dalam waktu bersamaan.



Tips Jitu untuk Meningkatkan Penjualan Produk

Meskipun PayLater dinilai bisa menjadi sistem pembayaran yang memudahkan dan meringankan masyarakat, namun fitur ini juga bisa menjadi bumerang untuk penggunanya. Sebab, jika terlalu kebablasan dan tidak bisa mengendalikan diri, Anda bisa terjebak dalam hutang dan bunga yang besar.

Untuk itu, saat memutuskan mengaktifkan fitur PayLater, Anda juga dituntut bijak dalam menggunakannya. Nah, agar keuangan tetap sehat meskipun menggunakan PayLater, ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan saat belanja online. Apa saja/

1. Pilihlah Layanan PayLater yang Sudah Memiliki Izin OJK

Tips pertama yang bisa Anda terapkan saat memutuskan menggunakan PayLater adalah mengecek dan memastikan legalitas penyedia fitur PayLater tersebut. Cobalah untuk mengecek sejarah dan profil penyedia fitur PayLater, apakah sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau belum.

Hal ini penting dilakukan agar Anda tidak terjebak dalam lembaga ilegal, dan justru merugikan Anda di kemudian hari. Untuk itu, ada baiknya Anda segera mengeceknya di laman situs OJK secara langsung.

Saat ini, banyak lembaga yang sudah sadar untuk melaporkan jasanya pada OJK. Dengan bergabungnya lembaga PayLater di OJK, Anda sebagai konsumen akan terlindungi jika suatu saat ada masalah dengan lembaga PayLater yang Anda gunakan.

2. Gunakan hanya untuk Kondisi Darurat

Pada dasarnya, PayLater sebenarnya lebih tepat dan bijak digunakan pada kondisi darurat. Penanaman pola pikir ini akan sangat membantu Anda untuk mengontrol pengeluaran dan pemakaian dari layanan tersebut.

Anda bisa selalu berpikir untuk hanya menggunakan PayLater di kondisi darurat, atau jika tidak ada pilihan lain. Misalnya saja Anda harus membeli suatu barang yang memang sangat penting, namun uang yang dipunya belum cukup. Setelah mendapatkannya, Anda bisa membayarnya saat gajian berikutnya.

Jangan sampai, Anda justru menggunakan PayLater pada setiap kesempatan, meskipun uang yang ada di rekening Anda masih cukup untuk membelinya secara langsung. Jika hal ini terjadi, sikap konsumtif Anda akan semakin terbentuk dan membuat Anda ketergantungan dengan PayLater.

3. Jangan Tergoda Promo yang Ditawarkan

Siapa yang tak suka promo dan diskon? Rasanya hampir setiap orang menyukai jika terdapat diskon, terutama saat barang yang diincar ditawarkan dengan diskon besar-besaran.

Kadang kala, hadirnya promo juga membuat orang akhirnya tergoda untuk membeli suatu barang, meskipun dirinya tidak terlalu memerlukan barang tersebut. Akibatnya, uang menjadi cepat habis dan memutuskan untuk memakai PayLater.

Untuk itu, ada baiknya Anda jangan tergoda dengan promo yang ditawarkan oleh e-commerce atau platform lainnya. Bijaklah dalam memilih mana barang yang sangat Anda butuhkan, dan mana yang tidak.

4. Pahami Bunga dan Tenor Cicilan

Sebelum memutuskan menggunakan PayLater, ada beberapa hal lainnya yang juga perlu Anda pertimbangkan. Misalnya saja seperti beban bunga, tenor cicilan, limit pinjaman, serta denda jika Anda telat membayar tagihan.

Saat memutuskan untuk menggunakan fitur ini dan membayar lewat PayLater, Anda tentu akan menerima beban biaya tambahan. Biaya tambahan ini biasanya merupakan bunga yang harus Anda bayar, karena jeda waktu yang diberikan saat bertransaksi.

Oleh karena itu, cobalah untuk memperhitungkan dan memikirkan baik-baik tentang kesanggupan Anda membayar biaya PayLater tersebut. Pastikan bunga yang ditawarkan tidak terlalu besar, dan Anda mampu membayarnya sebelum jatuh tempo. Jangan sampai gali lubang, tutup lubang, ya.

5. Pahami Kemampuan Membayar

Meskipun dikenal sebagai alat pembayaran yang menawarkan kepraktisan, bukan berarti kamu tak perlu bayar saat menggunakan PayLater. Sebab, PayLater sebagai alat ganti pembayaran sementara tetap harus dibayar dengan tenggat waktu tertentu.

Jika gagal bayar, biasanya PayLater akan menerapkan denda yang akan bertambah setiap harinya. Jika sudah begini, utang Anda akan semakin membengkak setiap harinya, dan akan sulit untuk membayarnya.

Oleh karena itu, pastikan Anda memiliki kemampuan untuk membayar utang tersebut, jika memang memutuskan berbelanja menggunakan PayLater. Jika tidak, jangan sampai nekat dan justru menyusahkan diri Anda, serta orang lain, ya.

Itu dia lima tips yang bisa Anda terapkan agar lebih bijak menggunakan PayLater. Ingat, jangan gunakan PayLater jika di luar kemampuan Anda untuk membayar, ya.

Tak Usah Menghindar, Ini Jawaban Kalau Ditanya Kapan Nikah Saat Kumpul Lebaran
Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Rekomendasi

 

Berita Terkait