Jitunews.Com
12 Mei 2022 19:00 WIB

Uni Eropa Ingin Lemahkan Rusia, tapi Tak Ingin Terlibat Pertempuran Langsung

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa mengatakan bahwa pihaknya ingin melemahkan "mesin perang" Rusia, tapi tidak ingin terlibat pertempuran langsung dengan negara tersebut

Bendera Rusia dan Uni Eropa (Sputniknews)

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan bahwa pihaknya ingin "melemahkan mesin perang Rusia" di Ukraina, tetapi tidak ingin terlibat konfrontasi langsung dengan Moskow.

“Kami mengatakan bahwa kami tidak mengambil bagian dalam konflik, tetapi kami berpihak. Kami ingin melemahkan mesin perang Rusia. Kami ingin melemahkan kemampuan [Vladimir] Putin dan rezimnya untuk menyerang negara berdaulat tanpa dasar. Kami ingin membantu Ukraina mempertahankan diri. Tapi kami tidak ingin berperang dengan Rusia," kata Borrell kepada surat kabar Frankfurter Allgemeine Zeitung dalam sebuah wawancara.

Borrell menekankan bahwa Uni Eropa harus “melakukan lebih banyak” upaya untuk mewujudkannya, termasuk dengan memasok lebih banyak senjata ke Ukraina, melemahkan ekonomi Rusia, dan “mengisolasi” Moskow secara internasional.



Rusia Sebut Negara NATO Juga Terlibat dalam Proyek Laboratorium Biologi Rahasia di Ukraina

Diplomat itu menekankan bahwa dia “tidak paham” mengapa orang-orang mengatakan “bahwa semakin banyak senjata yang Anda suplai ke Ukraina, semakin lama perang akan berlangsung dan semakin besar penderitaan Ukraina…Saya bertanya kepada orang-orang ini: Tidak masalah bagaimana perang ini berakhir? Haruskah Ukraina berlutut dan dicabik-cabik oleh Rusia?...Anda lihat, perang berakhir dengan negosiasi. Tetapi Anda harus datang ke meja perundingan dari posisi yang kuat, dan tugas sekarang adalah menempatkan Ukraina di posisi itu”.

Kebijakan Embargo yang Diberlakukan oleh Uni Eropa Bakal Untungkan Rusia, China dan India
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait