Jitunews.Com
27 April 2022 20:40 WIB

Mata Uang Rubel Bakal Tetap jadi Alat Pembayaran Pasokan Gas Rusia

Juru bicara Kremlin mengatakan bahwa kebijakan skema penggunaan mata uang rubel dalam perdagangan gas Rusia diberlakukan untuk menghindari "pencurian" cadangan devisa Rusia oleh negara-negara barat

Jalur pipa gas Rusia (bloomberg)

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Juru bicara pemerintah Rusia Dmitry Peskov pada Rabu (27/4) mengatakan bahwa mata uang rubel akan menjadi dasar skema pembayaran ekspor gas Rusia ke Eropa untuk seterusnya.

Dia menekankan bahwa langkah ini disebabkan oleh tindakan merugikan negara-negara asing, yang telah membekukan aset Rusia di luar negeri, yang "mencuri sebagian besar" cadangan devisa Rusia.

"Dengan semakin dekatnya batas waktu pembayaran, jika beberapa konsumen menolak untuk membayar sesuai dengan sistem baru, maka keputusan presiden [tentang penggunaan mata rubel dalam pembayaran pasokan gas] akan diterapkan," kata Peskov kepada wartawan dalam menanggapi pertanyaan tentang apakah Gazprom akan menangguhkan pasokan gas ke negara-negara Eropa lainnya selain Polandia dan Bulgaria.



Gazprom Setop Kirim Gas ke Bulgaria

Pejabat itu juga mengatakan bahwa penggunaan mata uang rubel dalam pembelian tidak akan mempengaruhi harga gas.

Peskov juga berkomentar tentang pernyataan yang dilontarkan oleh Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen, yang menilai kebijakan penggunaan mata uang rubel tersebut merupakan tindak "pemerasan" oleh Rusia terhadap Eropa.

"Ini bukan pemerasan, Rusia telah dan tetap menjadi pemasok sumber daya energi yang andal bagi konsumennya, dan Rusia tetap berkomitmen pada kewajiban kontraknya," kata Peskov kepada wartawan.

Selain itu, dia mengatakan bahwa Presiden Vladimir Putin belum memiliki rencana untuk mengadakan percakapan telepon tentang masalah gas dengan para pemimpin Uni Eropa.

Menhan AS Yakin jika Ukraina Masih Bisa jadi Anggota NATO
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait