Jitunews.Com
5 April 2022 09:46 WIB

Kunjungi Turki, HKTI Jajaki Kerjasama Alih Teknologi Pertanian

Turki adalah pasar yang besar, Turki juga punya produk pertanian yang Indonesia butuhkan

Wakil Bendahara Umum HKTI, Camelia Panduwinata Lubis (kedua kanan) saat di Konjen RI di Istanbul, Turki. (Dok. Pribadi)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sektor pertanian jadi tulang punggung perekonomian Indonesia, apalagi pada masa ancaman krisis pangan dunia akibat perang dan dampak pandemi Covid-19. Sayangnya, industri pertanian Tanah Air masih saja digarap dengan cara-cara tradisional. Padahal potensi sektor pertanian Indonesia begitu besar bila digarap dengan teknologi moderen.

Beberapa waktu lalu, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menjajaki kerjasama dengan Turki. Wakil Bendahara Umum HKTI, Camelia Panduwinata Lubis pun terbang ke Turki. Bersama Ketua Bidang Ketahanan Pangan dan Lingkungan Hidup HKTI, Ambar Chrisdiana, mereka bertemu sejumlah pihak termasuk dengan Duta Besar Indonesia untuk Turki, Lalu Muhammad Ikbal dan Konsul Jenderal RI di Turki, Imam As'ari.

Camel mengatakan, kunjungannya ke negara di kawasan Eurasia itu, selain mencari celah kerjasama untuk meningkatkan SDM dalam membangun modernisasi pertanian, HKTI juga ingin membuka akses pasar komoditas pertanian baru dengan Turki.



Wamentan Sebut Ada 2 Faktor yang Membuat Milenial Mau Jadi Petani

"Turki adalah pasar yang besar, Turki juga punya produk pertanian yang Indonesia butuhkan. Ini penting bagi kedua negara untuk terus meningkatkan kerjasama yang saling menguntungkan," kata Camel yang juga merupakan Bendahara Umum KITA, Senin (4/4).

Camel berharap, dengan peningkatan SDM pertanian melalui skema kerjasama Indonesia-Turki, membuat sektor pertanian Indonesia semakin produktif. Selain itu pula, pertukaran teknologi pertanian dengan Turki juga bakal meningkatkan kualitas produk-produk pertanian asal Indonesia yang diekspor ke Turki.

"Tentu ini baru langkah awal, masih ada beberapa tahapan yang perlu kita lalui untuk mengimplementasikan penjajakan kerjasama ini. Namun yang pasti kita perlu untuk memulai kerja sama di bidang SDM dan teknologi pertanian dengan banyak negara guna memoderniasi industri pertanian Indonesia," kata Camel menutup.

Untuk diketahui, dari data tahun 2020 lalu, neraca perdagangan pertanian Indonesia dengan Turki surplus senilai Rp 5,1 triliun. Ekspor pertanian Indonesia ke Turki mencapai Rp 5,8 triliun dengan komoditas ekspor utama yaitu kelapa sawit, karet, kelapa, dan kakao. Sementara impor Indonesia dari Turki senilai Rp 678 miliar yang meliputi produk-produk utama seperti tembakau, gandum, obat hewan, kulit, dan jangat.

Wamentan Dukung Ekspor Mangga Gincu ke Jepang
Halaman:
  • Penulis: Vicky Anggriawan

Rekomendasi

 

Berita Terkait