Jitunews.Com
19 Maret 2022 09:45 WIB

Menyesuaikan Diri dengan Gejolak Harga Minyak Goreng

Kenaikan harga minyak goreng saat ini dipengaruhi oleh beberapa hal

Ilustrasi minyak goreng. (Dok. Organicauthority.com)

Situasi perekonomian dan kehidupan masyarakat dari kalangan atas hingga kalangan bawah beberapa minggu terakhir ini terganggu oleh kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng. Kenaikan harga minyak goreng saat ini dipengaruhi oleh beberapa hal. Pertama, kenaikan harga minyak nabati, crude Palm Oil dunia yang menyebabkan kenaikan harga minyak gorengan cukup signifikan. Kedua, kenaikan harga minyak goreng disebabkan oleh cuaca yang menekan produksi minyak nabati yang anjlok 3,5% sementara permintaan meningkat. Permintaaan akan CPO juga dipicu dengan program pemerintah B30 yang mencampurkan 30% Biodiesel dengan 70% BB Jenis Solar. Ketiga, kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng juga disebabkan oleh Pandemi Covid-19 yang mengganggu arus logistik dan menurunkan produksi CPO. Dalam rumus eknomi yang sangat tradisional jika permintaan naik sementara supply tetap atau berkurang akan menaikkan harga.

Untuk mengatasi kelangkaan dan lonjakan minyak goreng yang mempunyai dampak kepada masyarakat bawah ini, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia melalui Siaran Pers HM.4.6/135/SET.M.EKON.3/3/2022 telah mengambil kebijakan melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) akan memberikan subsidi, untuk menekan harga minyak goreng curah pada harga Rp14.000 per-liter dan membiarkan harga minyak goreng kemasan pada harga pasar. Selain itu Menteri Perdagangan mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Langkah pemerintah ini sudah tepat. Pemeringah harus melakukan intervensi terhadap melonjaknya minyak goreng karena akan mempengaruhi seluruh lapisan masyarakat dari tingkat atas hingga tingkan bawah. Namun demikian intervensi yang dilakukan pemerintah harus tepat sasaran. Menetapkan harga Rp14.000 pada minyak goreng curah sudah tepat karena konsumen dari minyak goreng curah adalah masayarakat ekonomi lemah dan para pedagang kaki lima seperti tukang gorengan yang mengandalkan produknya pada bahan minyak goreng. Sementara itu konsumen dari minyak goreng kemasan adalah masayarakat dengan penghasilan menengah keatas yang tidak perlu diberikan subsidi.



Megawati Singgung 'Merebus' Saat Bicara Minyak Goreng, PDIP: Dorong Agar Ibu-ibu Kreatif

Menyesuaikan Diri

Langkah pengendalian harga yang dilakukan oleh pemerintah perlu diikuti langkah-langkah lanjutan oleh pemerintah. Pertama, pemerintah memastikan ketersediaan stok minyak goreng hingga masyarakat tingkat bawah. Caranya adalah dengan melancarkan jalur distribusi dan memotong aspek-aspek yang menghambat. Misalnya melakukan tindakan hukum yang tegas bagi para spekulan dan penimbun yang merusak ketersediaan dan menghambat distribusi minyak goreng ke masayarakat bawah. Kedua, kedepan pemerintah perlu merangsang swasta untuk menanamkan investasinya yang lebih besar pada sector perkebunan kelapa sawit yang menjadi bahan baku minyak goreng. Langkah ini untuk meningkatkan produksi minyak goreng. Jika produksi dinaikan akan menambah supply yang selanjutnya akan bisa menurunkan harga. Selain itu masyarakat juga bisa menyesuaikan diri dengan gejolak minyak goreng ini dengan mengurangi konsumsi minyak goreng dengan cara lebih banyak merebus atau mengukus makanan-makanan yang selama ini di goreng. Langkah ini selain akan biasa mengatur belanja keluarga juga akan bisa membuat hidup lebih sehat dengan mengurangi konsumsi minyak goreng. Statemen yang disampaikan Ibu Megawati, Ketua Umum PDIP yang “mengingatkan“ ibu-ibu untuk beralih ke merebus dan mengkukus dipahami dalam semangat ini. Sehingga supply minyak goreng bisa diperbanyak dan akan menurunkan harga kebutuhan ini.

Masayarakat seharusnya mengapresiasi langkah-langkah pemerintah untuk menahan harga minyak goreng pada tingkat yang bisa dijangkau oleh masyarakat tingkat bawah. Kedepan pemerintah perlu memberikan rang.

Penulis: Dr. Sri Yunanto

Stok Melimpah, Mendag Janji Turunkan Harga Minyak Goreng Kemasan Minggu Depan
Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Rekomendasi

 

Berita Terkait