Jitunews.Com
17 Maret 2022 05:30 WIB

Geger Minyak Goreng 'Wasilah 212' Milik Keluarga DPRD Jabar, Polisi: Label Halal Sudah Mati

Minyak goreng Wasilah 212 juga dikemas secara tidak higinis

Minyak goreng Wasilah 212 (istemewa)

DEPOK, JITUNEWS.COM - Baru-baru ini masyarakat digegerkan dengan penemuan minyak goreng kemasan merek 'Wasilah 212' yang dinilai tidak jernih.

Usai dilakukan penelusuran, minyak goreng kemasan yang memiliki gudang di Sawangan, Depok itu tidak memiliki izin dagang.

"Izin cuma UMKM, bukan untuk minyak goreng. Surat keterangan atau izin dinas kesehatan itu untuk UMKM bukan minyak goreng," kata Kapolsek Bojongsari Depok Kompol M Syahroni kepada wartawan di kantornya, Rabu (16/3/2022).



HET Dicabut, Mulai Hari Ini Alfamart Jual Minyak Goreng di Atas Rp 23 Ribu

Syahroni juga mengatakan bahwa label halal minyak goreng 'Wasilah 212' sudah mati sejak tahun 2020 lalu. Ia menyebut tidak ada pendaftaran baru terkait label halal.

"Label halal sudah mati 2020," ujarnya.

Rupanya, minyak goreng itu juga dikemas secara tidak higinis. Syahroni mengatakan bahwa pegawai tidak menggunakan alat yang memadai.

"Pelaksanaan nggak pakai alat yang memadai. Bukan APD ya, sanitasinya kurang karena pakai tangan telanjang, nggak pakai masker," ucap dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pemilik perusahaan minyak goreng 'Wasilah 212' merupakan keluarga dari anggota DPRD Jawa Barat. Ia pun memastikan bahwa seluruuh pengelola akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Pemilik itu perusahaan dagang Bhakti Karya. Bhakti Karya ini punyanya Haji P, salah satu anaknya anggota Dewan. Milik keluargalah," pungkasnya.

Minyak Goreng Tembus Rp 25 Ribu Per Liter, MUI: Pengusaha Telah Jadi Real Terrorist di Negeri Ini
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait