Jitunews.Com
12 Maret 2022 16:40 WIB

Usulan Penundaan Pemilu, Pengamat: Muhaimin Sangat Brilian Melihat Situasi

Wacana penundaan Pemilu 2024 mengemuka

Muhaimin Iskandar. (Jitunews/Latiko Aldilla Dirga)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wacana penundaan Pemilu 2024 mengemuka. Saling silang pendapat menyatakan pemilu diundur karena situasi Pandemi di Indonesia belum menentu.

Direktur Eksekutif MindPolitic, Priyo Pamungkas menyebut ada tiga faktor yang dapat menyebabkan Indonesia bisa saja mengundurkan Pemilu yakni situasi Pandemi memang menjadi salah satu faktor dari situasi Indonesia yang belum pasti.

"Indonesia masih menjadi urutan ketiga terbesar di Asia Tenggara dalam munculnya kasus Covid-19. Justru ditengah tidak pastinya situasi, pemerataan ekonomi dan pembangunan infrastruktur kesehatan di seluruh provinsi harusnya menjadi isu utama," terang Priyo kepada wartawan, Sabtu (12/3).



Dukung Edy Rahmayadi Maju Pilgub, Ketum PAN: Baru 1 Kali Jadi Gubernur, Bagus Kalau Dilanjutkan

Faktor kedua, kata Priyo, yakni naiknya biaya pemilu menjadi Rp86 triliun dinilai terlalu mahal dikarenakan seluruhnya dilakukan secara pembiayaan negara. Menurutnya, biaya pemilu dapat ditekan lebih murah dan separuhnya dapat dialihkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

"Indonesia menjadi negara keempat terbesar secara biaya kampanye setelah India, Amerika dan Brazil. Ini sebenarnya membuat aspek kebutuhan dasar masyarakat Indonesia terganggu," terangnya.

Sementara faktor ketiga, Priyo menekankan program pemulihan ekonomi masyarakat seharusnya menjadi konsentrasi negara dalam menjaga stabilitas sosial.

"Negara jangan lalai karena pandemi masih ada dan menjadi tugas negara dalam membagi kesejahteraan kepada rakyatnya sesuai konstitusi," tegasnya.

Sementara itu, saat ditanyakan ide penundaan yang berasal dari Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar dirinya menyebut ide tersebut sangat organik dan usulan menarik untuk diseriuskan para pemimpin partai politik.

"Saya rasa Muhaimin sangat brilian melihat situasi. Ketum partai lain belum ada berani keluarkan wacana penundaan Pemilu," tuturnya.

Walaupun, bagi Priyo tipikal Jokowi bukanlah seorang yang gampang ditekan politisi lainnya. Namun, sikap kekompakan para ketum partai akan mengubah sedikit permainan politik.

"Tidaklah harus 3 periode dan Jokowi tidak bisa ditekan. Tapi ketum partai bisa kompak dalam menyepakati penundaan Pemilu 2024. Rakyatlah jadi utama bukanlah kepentingan politik," tutupnya.

Bantah Luhut, LaNyalla Sebut Perhatian Masyarakat Bukan Penundaan Pemilu tapi Kelangkaan Minyak Goreng
Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Rekomendasi

 

Berita Terkait