Jitunews.Com
28 Januari 2022 19:58 WIB

Soal Korupsi di Bawah Rp50 Juta Cukup Kembalikan Uang, KPK: Penegak Hukum Tidak Bisa Berkreasi

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan bahwa penindakan kasus korupsi di bawah Rp50 juta bisa diselesaikan dengan pengembalian kerugian negara

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron (dok jitunews)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan bahwa penindakan kasus korupsi di bawah Rp50 juta bisa diselesaikan dengan pengembalian kerugian negara. KPK mengatakan bahwa penegak hukum tidak bisa berkreasi.

"Negara kita adalah negara hukum yang pembentuknya adalah DPR dan pemerintah, selama hal tersebut tidak diatur dalam UU kita sebagai penegak hukum tidak bisa berkreasi membiarkan korupsi di bawah Rp 50 juta," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kepada wartawan, Jumat (28/1).

Ghufron mengatakan bahwa aspek hukum tidak hanya sekadar kerugian negara, tapi juga penjeraan.



Soal Proses Pelaporan terhadap Gibran dan Kaesang, Firli: KPK Akan Sampaikan kepada publik

"Karena aspek hukum bukan sekadar tentang kerugian negara, namun juga aspek penjeraan dan sebagai pernyataan, penghinaan terhadap perilaku yang tercela yang tidak melihat dari berapa pun kerugiannya," ujarnya.

"Sebagai suatu gagasan saya memahami, karena proses hukum harus juga mempertimbangkan cost and benefit, sementara proses hukum kalau kita perhitungkan biayanya dari proses penyelidikan, penyidikan, penuntutan sampai ke pengadilan, banding dan kasasi biayanya tentu lebih besar dari Rp 50 juta, sehingga saya memahami gagasan tersebut," ujar Ghufron.

Sebelumnya, Burhanuddin mengatakan bahwa penindakan pelaku tindak pidana korupsi dengan kerugian negara di bawah Rp50 juta bisa diselesaikan dengan pengembalian kerugian.

"Sedangkan untuk perkara tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan kerugian keuangan negara, Kejaksaan Agung telah memberikan imbauan kepada jajaran untuk tindak pidana korupsi dengan kerugian keuangan negara di bawah Rp 50 juta untuk bisa diselesaikan cara pengembalian kerugian keuangan," kata Burhanuddin dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Kamis (27/1).

Eks Pramugari Garuda Siwi Widi Terseret Kasus Cuci Uang, KPK: Ia Akan Kembalikan Rp 647,8 Juta
Halaman:
  • Penulis: Admin

Rekomendasi

 

Berita Terkait