Jitunews.Com
26 Januari 2022 20:30 WIB

KPK Ganti Istilah OTT, MAKI: Maka Harus Mampu Menangkap Kakap

MAKI mendukung KPK untuk menangkap koruptor kelas kakap.

Boyamin Saiman (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - KPK mengganti istilah operasi tangkap tangan (OTT) menjadi tangkap tangan. Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman, mengatakan bahwa yang paling penting KPK menangkap koruptor kelas kakap.

"Yang penting bukan di situ, yang penting adalah ganti nama pun atau sama pun, apalagi ganti nama, maka harus mampu menangkap kakap, menangkap hiu, menangkap paus, bukan menangkap teri, bukan hanya menangkap kelas bupati," kata Boyamin kepada wartawan, Rabu (26/1).

"Karena nanti apa? Kalau tidak ditekankan begini lama-lama nanti KPK nangkap camat dan nangkap lurah," lanjutnya.



Politikus Demokrat Duga Ada KPK Sembunyikan Kasus

Boyamin menyebut bahwa istilah OTT tidak masuk KUHAP. Namun, tidak ada perbedaan apa pun dengan istilah yang baru.

"Sebenarnya itu hanya tatanan istilah, tidak ada perbedaan apa pun. Karena memang KUHAP mengatakan tangkap tangan, tapi namanya kegiatan, kan kegiatan tangkap tangan," katanya.

"Lah waktu itu KPK memakai istilah 'operasi tangkap tangan' untuk lebih keren, hanya semata-mata itu aja kok. Jadi kegiatan tangkap tangan atau operasi tangkap tangan sama di KUHAP-nya ada begitu, di aturan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana, KUHAP, namanya," tambahnya.

Boyamin mengatakan bahwa MAKI mendukung KPK untuk menangkap koruptor kelas kakap.

"Nah kan turun-turun terus, maka sekarang udahlah saya tetap dukung kegiatan tangkap tangan dalam bentuk harus ada yang tertangkap nanti adalah kakap, hiu, paus. Bukan level-level bupati seperti selama ini. Ini turun betul kualitasnya," katanya.

Tanggapi Politikus Demokrat, Ketua KPK: Tidak Ada Perkara yang Disembunyikan
Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Rekomendasi

 

Berita Terkait