Jitunews.Com
25 Januari 2022 14:31 WIB

Gibran: Surakarta Relatif Bebas Kawasan Kumuh pada 2022

Berkurangnya kawasan kumuh secara otomatis akan mengikis permasalahan lain, seperti stunting.

Muhadjir Effendy dan Gibran Rakabuming Raka (Prokompim Pemkot Solo)

SURAKARTA, JITUNEWS.COM – Pemerintah Kota Surakarta tengah mengebut penanganan kawasan kumuh pada 2022.

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan pihaknya sedang membangun rumah layak huni difokuskan di kawasan Semanggi dan Mojo Kecamatan Pasar Kliwon.

Hal itu disampaikan Gibran usai acara peletakan batu pertama pembangunan 47 rumah layak huni oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Muhajir Effendy.



Heboh Kemasan Makanan Ringan Bergambar Kaesang, Begini Tanggapan Gibran

“Tahun ini kita memperoleh bantuan CSR dari berbagai pihak di antaranya PT Shopee dan PT SMF. Setelah pembangunan 47 rumah layak huni dari SMF, lalu 136 di Semanggi utara dibangunkan Shopee,” ungkap Gibran, Selasa (25/1/2022).

“60 % (135 hektar) pemukiman kumuh Kota Solo di Semanggi dan Mojo Pasar Kliwon. Jadi semuanya (bebas pemukiman kumuh –red) selesai tahun ini,” lanjutnya.

Gibran menjelaskan, berkurangnya kawasan kumuh secara otomatis akan mengikis permasalahan lain seperti stunting.

Tak lupa Gibran mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam penanganan kawasan kumuh termasuk Kotaku, SMF dan Shopee.

Selain Mojo dan Semanggi, kawasan kumuh yang belum ditangani tidak banyak. “Tahun 2022 segera diintervensi melalui program penanganan RTLH dan semacamnya,” ujar Gibran.

Penganan Air Bersih dan Drainase Selanjutnya akan Diselesaikan Secepatnya

Sesuai program Dinas Perkim Kota Surakarta, target zero kumuh ditargetkan pada 2026, menyisakan kawasan kumuh di bantaran rel kereta api yang ditangani.

“Sekitar 135 hektar di kawasan Semanggi saja 60 persen dari total wilayah kumuh di Solo, tahun 2022 hingga 2024 kita bebaskan Solo dari Kawasan kumuh,” terang Kepala Dinas Perkim Kota Surakarta, Taufan.

Diketahui, 9 unit rumah sudah dibangun di Kawasan Semanggi Selatan (berdampingan dengan 47 ruamh layah hini yang akan dibangun -red).

Solo Jadi Contoh Penyelesaian Persoalan Pemukiman Kumuh di Daerah Lain

Sementara itu, Menko PMK Muhajir Effendy mengatakan kawasan kumuh di Kawasan Semanggi, Pasar Kliwon pada tahun 2022 sudah tidak ada.

“Lebih cepat dari target 2023, nanti kita harapkan selesai pada tahun ini. Bahkan di wilayah Semanggi Selatan sudah bisa ditempati,” tandasnya.

Penanganan kawasan kumuh oleh Pemerintah, swasta maupun CSR, lanjut Muhajir, akan dijadikan model penyelesaian kemiskinan ekstrem di seluruh kota di Indonesia.

Solo, diharapkan menjadi contoh untuk menyelesaikan persoalan pemukiman kumuh di daerah lain.

Mantan Mendikbud RI itu mengatakan saat ini program sudah mulai berjalan. Dia menargetkan penataan kawasan kumuh Kota Solo rampung di tahun 2022.

"Kita harapkan 2022 sudah selesai semua. Untuk itu kita kumpulkan semua sumber-sumber dana dari berbagai lini untuk menyelesaikan ini secara keroyokan," katanya.

Sumber dana tersebut, antara lain berasal dari program tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan yang digandeng pemerintah. Bentuk dari penataan kawasan itu, antara lain ialah pembangunan rumah layak huni di kawasan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.

Pihak Kemenko PMK menyanggupi percepatan pembangunan rumah layak huni, termasuk membantu mencarikan sumber dari CSR. Hal itu yang tidak bisa didanai kementerian terkait, terutama PUPR, karena jumlahnya lebih banyak.

Muhadjir mengakui pentingnya penataan kawasan kumuh sebagai langkah awal untuk mengentaskan kemiskinan.

"Ini penanganan tema besarnya kemiskinan, lebih spesifik kemiskinan ekstrem yang 70 persen di wilayah kantong. Karena di kantong, maka pendekatannya ekosistem, tidak bisa orang per orang, rata-rata umumnya pasti tinggal di rumah tidak layak huni, kumuh, sanitasi jelek dan langka air bersih, pendekatan tidak mungkin tidak dengan pendekatan lingkungan," terangnya.

Dikunjungi CPC Pemerintah Uni Emirat Arab, Gibran Ajak Tinjau Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait