Jitunews.Com
23 Januari 2022 19:30 WIB

Perketat Aturan Pembatasan Sosial, Acara Pernikahan PM Selandia Baru Dibatalkan

PM Selandia Baru memutuskan untuk membatalkan acara pernikahannya usai pemerintah memutuskan untuk memperketat aturan pembatasan Covid-19

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern (kompasiana)

AUCKLAND, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern telah memutuskan untuk membatalkan pernikahannya karena negara kepulauan itu akan memberlakukan pembatasan 'lampu merah' tertinggi untuk membendung penyebaran varian Omicron.

Selandia Baru sendiri akan memperketat aturan pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran Covid-19 mulai Minggu (23/1) pukul 23.59.

Ardern dan pasangannya Clarke Gayford, yang memiliki seorang putri bersama, berencana untuk menikah secara resmi pada musim panas yang berlangsung selama periode Desember, Januari dan Februari.



Kepercayaan Ukraina terhadap Berlin Hancur Gegara Pernyataan Kontroversial Petinggi Militer Jerman

Berbicara pada pengarahan Covid-19 reguler, dia mencatat bahwa pengetatan aturan pembatasan tersebut membatasi pernikahan, ulang tahun, dan pertemuan lainnya menjadi 100 orang untuk yang divaksinasi dan 25 orang untuk yang tidak divaksinasi.

“Untuk pernikahan saya, pernikahan saya tidak akan berjalan, tetapi saya hanya bergabung dengan banyak warga Selandia Baru lainnya yang memiliki pengalaman seperti itu akibat pandemi. Dan kepada siapa pun yang terjebak dalam skenario itu, saya sangat menyesal, tetapi kami semua sangat tangguh dan saya tahu kami mengerti kami melakukan ini untuk satu sama lain,” kata Ardern, dikutip RT.com.

Ketika ditanya tentang bagaimana perasaannya tentang pembatalan itu, wanita berusia 41 tahun itu juga mengaku kecewa.

“Begitulah hidup. Saya tidak berbeda dengan ribuan orang Selandia Baru lainnya," katanya.

Varian Omicron yang lebih menular saat ini beredar di Auckland dan mungkin daerah Nelson, kata Ardern, menolak untuk mengesampingkan bahwa itu mungkin telah menyebar lebih jauh ke negara itu.

Rusia Tak Akan Tolerir Tindakan Provokasi Ukraina dan Negara Barat di Wilayah Donbass
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait