Jitunews.Com
23 Januari 2022 19:15 WIB

Rusia Tak Akan Tolerir Tindakan Provokasi Ukraina dan Negara Barat di Wilayah Donbass

Wilayah Donbass merupakan sebuah wilayah di Ukraina timur yang berusaha melepaskan diri dari negara tersebut

Peta Rusia dan Ukraina (Al Jazeera)

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Rusia tidak akan mentolerir segala tindakan provokasi yang dilakukan oleh pemerintah Ukraina atau negara barat di wilayah Donbass. Hal itu disampaikan oleh kepala delegasi Rusia di Jenewa Konstantin Gavrilov dalam sebuah wawancara dengan saluran YouTube "Izolenta live". Dia menambahkan bahwa Kremlin juga tidak akan mentolerir serangan apa pun terhadap warga Rusia yang tinggal di wilayah tersebut.

Gavrilov menekankan bahwa Rusia mengeluarkan peringatan ini "keras dan jelas" di seluruh media berita. Dia menambahkan bahwa Barat dan Kiev berusaha untuk menutupi provokasi ini dengan terus menuduh Rusia merencanakan invasi ke Ukraina.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu pada 21 Desember kemarin mengatakan bahwa Rusia mengetahui kehadiran setidaknya 120 karyawan perusahaan militer swasta Amerika (PMC) di Ukraina dan bahwa mereka memindahkan komponen kimia tak dikenal ke kota Avdeevka dan Krasny Liman. Kedua kota ini terletak tidak jauh di antara zona penyangga yang memisahkan Angkatan Bersenjata Ukraina dan Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk yang diproklamirkan sendiri.



Inggris Sebut Rusia Ingin Bentuk Pemerintahan Boneka di Ukraina, Moskow: Omong Kosong

Shoigu mengatakan ini dilakukan untuk melakukan provokasi di wilayah Donbass.

"Mereka menyiapkan posisi tembak di bangunan tempat tinggal dan fasilitas sosial yang signifikan, melatih satuan tugas operasi khusus Ukraina dan kelompok militer radikal untuk permusuhan aktif," kata menteri.

Kepercayaan Ukraina terhadap Berlin Hancur Gegara Pernyataan Kontroversial Petinggi Militer Jerman
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait