Jitunews.Com
8 Januari 2022 12:29 WIB

Pemuda Muhammadiyah Dorong Penggunaan Vaksin Halal Produksi Dalam Negeri

Selain menjadi kebanggaan bagi negara, aspek kehalalan vaksin juga harus menjadi prioritas mengingat mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim

Ilustrasi (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wacana impor Vaksin Jadi yang akan dilakukan oleh pemerintah menuai banyak kritikan dari berbagai pihak. Banyak pihak yang mendorong agar pemerintah lebih mengutamakan vaksin buatan dalam negeri. Selain menjadi kebanggaan bagi negara, aspek kehalalan vaksin juga harus menjadi prioritas mengingat mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim.

Bendahara Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Zaedi Basiturrozak mengatakan patut diperhatikan agar program vaksin bisa berjalan maksimal, perlu garansi kenyamanan menyangkut status halal vaksin. Melihat potensi penurunan angka covid-19 yang sangat signifikan, artinya kita sudah melewati fase darurat. Tentu bukan perkara yang rumit untuk memilih dari produk vaksin yang halal.

“Kehalalan ini tidak hanya melindungi hak umat Islam secara umum, namun harus dilihat sebagai prasyarat kesehatan yang akan melindungi seluruh warga masyarakat. Dan jangan juga dilihat sebagai politik dagang antara produsen vaksin, karena seyogyanya justru para produsen ini memiliki tanggung jawab moral atas kehalalan vaksin. Mereka semua bisa berlomba dan bersaing merebut pangsa pasar Indonesia,” kata Zaedi kepada wartawan pada Sabtu (8/1).



Tak Lagi Dalam Kondisi Darurat, MUI Ajak Umat Islam Gunakan Vaksin Halal

Sebagai informasi, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan pada tahun 2022 ini mencanangkan akan memvaksin 234,8 juta jiwa rakyat Indonesia dengan perincian dari jumlah tersebut 26,5 juta jiwa adalah anak-anak usia 6-12 tahun, sisanya 208,3 juta jiwa akan diberikan vaksin booster atau vaksin ketiga. Stok vaksin tersedia saat ini adalah 65,9 juta dosis, sehingga diperkirakan kebutuhan vaksin tahun 2022 ini mencapai 300 juta dosis (68,6 juta dosis untuk anak-anak dan 231,4 juta dosis vaksin booster).

“Oleh karena itu saya sepakat dan mendorong pemerintah untuk segera melakukan verifikasi dan sertifikasi terhadap setiap produk vaksin yang akan masuk ke Indonesia. Sekali lagi ini bukan hal rumit menyangkut kedaruratan lagi. Apalagi kita sudah memiliki BPJKH yang concern terhadap sertifikasi kehalalan dan MUI yang bertang jawab atas fatwa. Saya yakin jika disegerakan masyarakat akan lebih meningkat kesadarannya dalam melakukan vaksin,” pungkas zaidi.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan. Ia mengajak kepada seluruh umat islam di Indonesia untuk melaksanakan vaksinasi covid-19 menggunakan vaksin halal.

Amir mengatakan, setidaknya ada dua jenis vaksin Covid-19 yang sudah dinyatakan halal oleh MUI, diantaranya yaitu Sinovac dan Zifivac.

"Ada dua fatwa MUI yang berkaitan dengan vaksin, yaitu pertama vaksin yang disebut dengan Sinovac yang halal dan thoyib. Dan yang kedua adalah Fatwa nomor 53 Tahun 2021 tentang Zivifak yang halal dan suci," ungkap Amir, dikutip Jumat, 7 Januari 2022.

Menurut Amir, penggunaan vaksin halal itu sesuai dengan perintah Allah dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 168.

"Saya mengajak untuk menggunakan vaksin yang halal dan toyib. Semoga dengan melalui vaksin ini kita mampu menciptakan Heard Immunity atau kekebalan kelompok dalam rangka untuk menjaga, memelihara kesehatan, karena kita yakin bahwa jika ummat sehat maka bangsa kita akan kuat. Jika ummat terjaga terpelihara dari bahaya virus Covid 19, maka ummat dan bangsa ini akan mampu membangun kesehatan, kesejahteraan, untuk kedaulatan bangsa," tegas Amir.

Presiden Duterte Ancam Penjarakan Warga Filipina yang Tolak Disuntik Vaksin Covid-19
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait