Jitunews.Com
13 Desember 2021 05:30 WIB

Sebut Jawaban Jokowi soal Kritikan Anwar Abbas Tegas, Ngabalin: Supaya Jangan Ngomong Seenak Perutnya

Ngabalin mengatakan bahwa pemerintah di era Jokowi sudah memberikan izin konsesi lahan terbengkalai kepada yang membutuhkan.

Ali Mochtar Ngabalin (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan ketimpangan sosial dan ekonomi di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo sangat terjal. Ia lantas mencontohkan terkait lahan di Indonesia yang dikuasai oleh satu persen penduduk.

Hal tersebut, Anwar sampaikan saat acara MUI yang juga dihadiri oleh Jokowi beberapa hari yang lalu. Jokowi pun membantah bahwa dirinya yang membagikan lahan tersebut. Pemerintah, kata Jokowi, justru sedang melakukan reformasi agraria.

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin mengatakan bahwa pernyataan Jokowi terkait kritikan Anwar Abbas soal penguasaan lahan adalah jawaban yang tegas. Menurutnya, jawaban tegas perlu disampaikan agar orang tidak menyampaikan kritik yang tidak diketahuinya.



Anwar Abbas Sentil Jokowi soal Ketimpangan, Menag: Itu Bukan Kritik, Presiden Sangat Enjoy

"Penting menjawab itu, supaya orang itu jangan sampai seenak perutnnya ngomong tidak tahu masalah," kata Ngabalin kepada wartawan, Minggu (12/12/2021).

"Di era Presiden Jokowi itu terjadi redistribusi tanah untuk rakyat. Itu keterangannya, apa maksudnya? Supaya nanti jangan lagi materi yang disampaikan Anwar Abbas itu menjadi materi bagi para orang-orang yang dungu gitu loh, yang tidak mengerti masalah," imbuh Ngabalin.

Ngabalin mengatakan bahwa pemerintah di era Jokowi sudah memberikan izin konsesi lahan terbengkalai kepada yang membutuhkan.

"Itu kenapa perlu kita harus kasih tahu juga kepada banyak orang supaya ya syukur alhamdulillah materi itu bisa Presiden segera membuka terang benderang supaya apa namanya? Kan orang itu bodoh itu karena 2 hal, karena tidak tahu atau yang kedua dia melawan nuraninya. Orang yang tidak mengerti itu bisa jadi karena tidak tahu atau pura-pura tidak mengerti karena dia melawan hati nuraninya karena tingkat kebencian begitu menebal di dalam lubuk hatinya," katanya.

"Jadi sebagai Kepala Negara, sebagai Kepala Pemerintahan, itu jawaban telak yang penting untuk dimengerti dan diketahui sehingga tidak banyak orang sesuka hati dan sesuka perutnya saja memberikan penilaian tanpa mengerti masalahnya," lanjutnya.

Anwar Abbas Sebut Lahan RI Dikuasai 1 Persen Penduduk, PBNU: Kritik Dijamin UU, Mengkritiklah yang Baik
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait