Jitunews.Com
7 Desember 2021 12:25 WIB

Lecehkan Mimbar Masjid, Novel PA 212 Minta KSAD Jenderal Dudung Undur Diri

Novel tak habis pikir Dudung mengajak umat untuk tidak mendalami agama.

Humas Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin (Antara/Sigid Kurniawan)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin menyesalkan pernyataan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman yang meminta umat agar tidak terlalu dalam belajar agama karena berpotensi terjadi penyimpangan.

Novel menilai ucapan Dudung itu sama saja mencoreng mimbar masjid yang selama ini menyampaikan ajaran agama.

“Ini melecehkan mimbar masjid karena mimbar masjid adalah untuk mengajak umat Islam memperdalam agama untuk meningkatkan iman dan taqwa sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah, sahabat dan terus sampai ke ulama saat ini,” ujar Novel, seperti dilansir dari Populis.id, Selasa (7/12).



Jenderal Dudung Bilang Jangan Pelajari Agama Terlalu Dalam, Slamet PA 212: Jangan Cari Panggung!

“Ternyata apa yang diajarkan KSAD malah sebaliknya,” sesalnya.

Dari kejadian ini, Novel mendesak Dudung untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai KSAD.

Jika tidak dipenuhi, Novel meminta Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa untuk menindak tegas jajarannya itu karena sering membahas agama di ruang publik.

“KSAD saat ini wajib mengundurkan diri karena sudah menghina kemuliaan ajaran islam. Ini juga sangat bertentangan dengan pancasila dan UUD 45,” tegasnya.

Seperti diketahui, pernyataan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman yang meminta masyarakat untuk tidak belajar agama terlalu dalam disampaikan pada tausyiah di Masjid Nurul Amin, Jayapura, beberapa waktu lalu.

Mulanya Dudung membicarakan soal ilmana sebagai tingkatan keimanan bagi umat Islam.

"Iman taklid, ada iman ilmu, ada iman iyaan, ada iman haq (haqul yaqiin), dan iman hakikat. Oleh karena itu, banyak sebagian dari orang Islam sering terpengaruh katanya hadis ini, katanya hadis itu, kata Nabi Muhammad SAW. Oleh karenanya jangan terlalu dalam, jangan terlalu dalam mempelajari agama," jelas Dudung.

Kepada Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Dudung disebut sudah meluruskan pernyataannya. Dudung hanya ingin menyampaikan bahwa sebaiknya tidak mempelajari agama terlalu dalam tanpa bimbingan guru.

"Belajar agama harus dibimbing oleh seorang guru agar pemahaman dan juga sanad/transmisi keilmuan terjaga serta terhindar dari pemahaman-pemahaman yang keliru," ujar Helmy.

KH Cholil Nafis Respons Jenderal Dudung: Orang yang Dikehendaki Allah Salah Satunya yang Paham Agama
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait