Jitunews.Com
7 Desember 2021 11:37 WIB

Jenderal Dudung Bilang Jangan Pelajari Agama Terlalu Dalam, Slamet PA 212: Jangan Cari Panggung!

Slamet menyarankan Dudung untuk fokus terhadap tugasnya sebagai KSAD.

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif. (Jitunews/Latiko A.D)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua PA 212 Slamet Ma’arif merespons ucapan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman yang meminta umat Islam tidak mempelajari agama terlalu dalam.

Pernyataan Dudung itu dinilai berpotensi memecah persatuan TNI-umat Islam. Slamet meminta Dudung tidak mencari panggung dengan cara demikian.

“Enggak usah cari panggung dengan hal-hal yang dapat memecah belah TNI dan umat,” kata Slamet, dilansir dari Pojoksatu.id, Selasa (7/12).



KSAD Dudung Larang Pelajari Agama Terlalu Dalam, Menag: Maksudnya Jangan Belajar Sendiri

Ketimbang tebar sensasi, Slamet menyarankan Dudung untuk fokus terhadap tugasnya sebagai KSAD. Menurutnya, masih banyak persoalan di kemiliteran yang perlu diselesaikan.

“Pak Dudung kembalilah fokus pada tupoksinya saja. Banyak PR (pekerjaan rumah –red) besar di TNI yang harus diselesaikan,” tegasnya.

Seperti diketahui, pernyataan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman yang meminta masyarakat untuk tidak belajar agama terlalu dalam disampaikan pada tausyiah di Masjid Nurul Amin, Jayapura, beberapa waktu lalu.

Mulanya Dudung membicarakan soal ilmana sebagai tingkatan keimanan bagi umat Islam.

"Iman taklid, ada iman ilmu, ada iman iyaan, ada iman haq (haqul yaqiin), dan iman hakikat. Oleh karena itu, banyak sebagian dari orang Islam sering terpengaruh katanya hadis ini, katanya hadis itu, kata Nabi Muhammad SAW. Oleh karenanya jangan terlalu dalam, jangan terlalu dalam mempelajari agama," jelas Dudung.

KSAD Dudung Bilang Jangan Pelajari Agama Terlalu Dalam, Begini Respons PBNU
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait