Jitunews.Com
7 Desember 2021 10:09 WIB

Batalkan PPKM Level 3 Jelang Nataru, Luhut: Rakyat Sudah Miliki Antibodi Covid-19 yang Tinggi

Luhut mengklaim bahwa antibodi Covid-19 masyarakat Indonesia sudah terbentuk. Hal tersebut, kata dia, berdasarkan capaian vaksinasi Covid-19 yang tinggi.

Luhut Binsar Pandjaitan (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah batal menerapkan rencana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh wilayah Indonesia periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ia mengatakan bahwa kebijakan PPKM yang diterapkan sesuai dengan kondisi saat ini

"Pemerintah memutuskan untuk tidak akan menerapkan PPKM level 3 pada periode Nataru pada semua wilayah. Penerapan level PPKM selama Nataru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yg berlaku saat ini, tetapi dengan beberapa pengetatan," kata Luhut dalam keterangan tertulis Senin (6/12/2021).

Luhut mengklaim bahwa antibodi Covid-19 masyarakat Indonesia sudah terbentuk. Hal tersebut, kata dia, berdasarkan capaian vaksinasi Covid-19 yang tinggi.



Masyarakat Wajib Vaksin Booster Tahun Depan, Luhut Sebut Gratis dan Berbayar

"Keputusan ini juga didasarkan pada capaian vaksinasi dosis 1 di Jawa-Bali yang sudah mencapai 76 persen dan dosis 2 yang mendekati 56 persen. Vaksinasi lansia terus digenjot hingga saat ini mencapai 64 dan 42 persen untuk dosis 1 dan 2 di Jawa Bali. Sebagai perbandingan, belum ada masyarakat Indonesia yang divaksinasi pada periodeNataru tahun lalu. Hasil sero-survei juga menunjukkan masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi COVID-19 yang tinggi," ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Ia mengatakan bahwa operasional ditempat umum seperti pusat berbelanjaan, restoran dan tempat wisata hanya diperbolehkan dengan kapasitas maksimal 75 persen.

"Sedangkan untuk acara sosial budaya, kerumunan masyarakat yang diizinkan berjumlah maksimal 50 orang. Disiplin penggunaan PeduliLindungi harus ditegakkan," pungkasnya.

Soal Varian Omicron, WHO: Jangan Panik
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait