Jitunews.Com
29 November 2021 16:30 WIB

Gegara Varian Omicron, Australia Kaji Ulang Rencana Buka Perjalanan Internasional

Perdana Menteri Australia mengatakan bahwa pihaknya akan segera menggelar pertemuan khusus untuk mengkaji ulang kebijakan pembukaan perjalanan internasional menyusul masuknya varian baru Covid-19 Omicron

Perdana Menteri Australia Scott Morrison (south china morning post)

CANBERRA, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Senin (29/11) mengatakan bahwa pihaknya akan mengkaji ulang rencana pemberian ijin masuk bagi tenaga terlatih dan mahasiswa asing yang sedianya akan dimulai 1 Desember mendatang.

Hal itu dilakukan setelah Australia melaporkan kasus pertama infeksi varian baru Covid-19, Omicron, pada dua orang yang tiba di Sydney dari wilayah Afrika. Pemerintah Australia juga mewajibkan aturan karantina selama 14 hari bagi warga negaranya yang kembali dari negara-negara Afrika.

Meski demikian, Morrison mengatakan "masih terlalu dini" untuk memberlakukan kembali karantina wajib selama dua minggu bagi pelancong asing. Ia mendesak orang-orang untuk tetap tenang karena data yang ada saat ini masih belum menjelaskan apakah varian omicron tersebut benar-benar bisa lebih mudah ditularkan atau menimbulkan gejala yang lebih parah.



WHO Bilang Varian Omicron Belum Tentu Lebih Berbahaya dari Varian Delta

"Jadi kami hanya mengambil satu langkah pada satu waktu, mendapatkan informasi terbaik, membuat keputusan yang tenang dan masuk akal," kata Morrison kepada Nine News.

Omicron, yang dijuluki "varian perhatian" oleh Organisasi Kesehatan Dunia, berpotensi lebih menular daripada varian sebelumnya. Tetapi para ahli belum tahu apakah itu akan menyebabkan COVID-19 yang lebih atau kurang parah dibandingkan dengan jenis lainnya.

Morrison mengatakan komite keamanan nasional akan menggelar pertemuan pada Senin malam untuk mengkaji ulang rencana pembukaan kembali perbatasan.

 

Polandia Siap Bantu Danai Proses Pemulangan Imigran Ilegal ke Negara Asal
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait