Jitunews.Com
28 November 2021 06:30 WIB

Berharap UU TPKS Disahkan, Tokoh NU: Kekerasan Seksual Lebih Berat dari Korupsi!

Sekretaris Lakpesdam Nahdlatul Ulama (NU), Marzuki Wahid sebut dampak kekerasan seksual sulit dipulihkan

()

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekretaris Lakpesdam Nahdlatul Ulama (NU), Marzuki Wahid berharap agar UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) segera disahkan. Menurutnya, kekerasan seksual lebih berat daripada tindak pidana korupsi.

"Ini kekerasan seksual lebih berat daripada korupsi. Korupsi sudah berat, tapi kekerasan seksual lebih berat lagi," kata dia dalam diskusi di kompleks parlemen, Jumat (26/11/2021).

Marzuki menilai bahwa dampak tindak pidana korupsi masih bisa dipulihkan. Hal itu, kata dia, berbeda dengan dampak kekerasan seksual yang sulit dipulihkan seperti rasa trauma, kesucian, kehormatan, dan harga diri korban.



Sindir Penentang Permendikbud PPKS, Eko Kuntadhi: Orang Normal Pasti Setujui Aturan Itu

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa UU TPKS dibuat untuk melindungi korban. Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat tidak khawatr dengan UU tersebut. Ia memastikan tidak ada pasal yang melegalkan zina maupun LGBT.

"Dalam perspektif agama sebenarnya sudah firmed soal kekerasan seksual, itu haram dan kemudian hukumnya wajib untuk dicegah," pungkasnya.

Permendikbud PPKS Ditolak, Eko Kuntadhi Anggap PKS Sakit!
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait