Jitunews.Com
22 November 2021 16:30 WIB

Mahfud: Tidak Ada Hubungan Antara Teroris Itu dengan MUI

Mahfud meminta penangkapan tersangka kasus dugaan terorisme Farid Okbah, Zaid An Najah, dan Anung Al Hamat tidak dikaitkan dengan MUI

Menkopolhukam Mahfud MD (okezone)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menko Polhukam, Mahfud Md, meminta penangkapan tersangka kasus dugaan terorisme Farid Okbah, Zaid An Najah, dan Anung Al Hamat tidak dikaitkan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Mahfud mengatakan bahwa tidak ada hubungannya antara teroris dan MUI.

"Penangkapan ketiga terduga teroris tersebut tidak dilakukan di kantor MUI, sehingga jangan berpikir bahwa itu penggerebekan di kantor MUI dan tidak terkait dengan MUI karena memang tidak ada hubungan antara teroris itu dengan MUI," kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (22/11).

Mahfud mengatakan bahwa Densus 88 tidak pernah menyampaikan bahwa salah satu dari tiga orang tersangka adalah pengurus MUI.



Rusak Keharmonisan Bernegara, PKS Minta Pemerintah Telusuri Pembuat Isu Pembubaran MUI

"Aparat penegak hukum dalam hal ini Densus juga tidak pernah mengumumkan ada mengatakan bahwa yang bersangkutan adalah pengurus MUI, nggak pernah. Polisi maupun Densus nggak pernah. Masyarakat dan media seperti saudara lah yang membuka identitas yang bersangkutan bahwa yang bersangkutan adalah pengurus MUI di bidang fatwa dan MUI kemudian menonaktifkannya," ujarnya.

Mahfud mengatakan bahwa pemerintah tidak melarang masyarakat untuk berpendapat mengenai kasus ini. Namun, jangan sampai masyarakat melanggar aturan dalam menyampaikan pendapat.

"Pemerintah tidak melarang siapapun untuk menilai atau mengkritik serta mengekspresikan pendapat, aspirasi terkait kasus ini, baik pro-kontra hal itu bisa dilakukan oleh setiap warga negara sepanjang tidak dilakukan dengan tindakan kekerasan dan cara-cara melawan hukum. Indonesia adalah negara demokrasi sekaligus negara nomokrasi atau kedaulatan hukum," ucapnya.

"Boleh berpendapat pemerintah tidak fair, MUI kecolongan tapi yang membantah juga harus diberi tempat, itu tidak benar, asal jangan melanggar hukum, yang melanggar hukum itu sudah ditangkap, Misalnya membuat instruksi duduki kantor-kantor polisi dan bakar, ini kan sudah ada yang begitu. Tangkap itu melanggar hukum. Kalau cuma mengatakan MUI salah, pemerintah menyerang ini dan macam-macam silakan itu pendapat karena masyarakat sendiri membantahnya juga," lanjutnya.

Mahfud menegaskan bahwa pemerintah akan terus bekerja sama dengan MUI sesuai fungsi masing-masing.

"Pemerintah akan terus bekerja sama dengan MUI sesuai fungsi masing-masing untuk membangun hubungan sebagai baldatun toyyibatun warobbun ghofur yakni berjalan baik, aman damai bersatu di bawah ampunan dan lindungan Allah, Tuhan yang maha kuasa," kata Mahfud.

MUI DKI Bentuk Tim Siber untuk Anies Usai Dapat Hibah Miliaran, Abu Janda: Nabi Muhammad Nangis Agamanya Diobral Murah
Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Rekomendasi

 

Berita Terkait