Jitunews.Com
10 November 2021 15:01 WIB

BW Dampingi Pemprov DKI ke KPK Soal Formula E, PDIP: Tidak Proporsional, Kesannya Lobi

PDIP meminta KPK bersikap profesional

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto saat ditemui di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (4/10). (Jitunews/Johdan A.A.P)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dua Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto (BW) dan Adnan Pandu Praja mendampingi Pemprov DKI dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) ke Gedung Merah Putih KPK untuk menyerahkan dokumen terkait penyelenggaran Formula E. Kedatangan mereka ke KPK untuk menegaskan bahwa Pemprov DKI transparan dalam mengelola penyelenggaraan Formula E.

Namun langkah BW dan Adnan Pandu dikritik oleh politikus PDIP Gilbert Simanjuntak. Sikap mereka disebut tidak proporsional karena bukan lagi pegawai KPK.

"Saya kira tidak proporsional, mereka sudah bukan di KPK lagi sehingga seperti lobi kesannya, pelobi," kata Gilbert kepada wartawan, Rabu (10/11/2021).



Polemik Utang Rp 180 M untuk Formula E, Pemprov DKI: Sudah Sesuai Aturan yang Berlaku

Anggota DPRD DKI Jakarta itu mengatakan bahwa BW adalah anggota TGUPP yang bekerja untuk gubernur. Oleh karena itu, ia menilai sikap BW berlebihan karena terkesan bekerja untuk Jakpro.

Ia pun meminta KPK bersikap profesional dalam menghadapi persoalan itu.

"Saya berharap KPK menunjukkan sikap yang profesional, tidak kemudian menjadi gamang atau sungkan dengan adanya Pandu Praja dan Bung BW," ujarnya.

Politikus PDIP Sarankan Menteri yang Urus Pencapresan Mundur
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait