Jitunews.Com
3 November 2021 10:22 WIB

Masuk Forbes, Faye Simanjuntak Bikin Bangga Indonesia

Faye masuk dalam jajaran tokoh muda top dunia dalam kategori Social Entrepreneur & Philanthropy.

Faye Simanjuntak (Dok. Jitunews.com)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Masyarakat Indonesia boleh bangga dengan prestasi anak bangsa yang satu ini. Bagaimana tidak? seorang muda belia yang usianya belum genap 20 tahun, namanya masuk dalam deretan Forbes Indonesia 30 under 30 pada 2020.

Ia adalah Faye Simanjuntak. Faye masuk dalam jajaran tokoh muda top dunia dalam kategori Social Entrepreneur & Philanthropy. Prestasi anak dari pasangan Mayjen TNI Maruli Simanjuntak dan Paulina Pandjaitan bukan karbitan. Sejak usia 9 tahun, Faye sudah menaruh perhatian terhadap masalah pelecehan seksual dan perdagangan anak.

Pada tahun 2013, bersama sang ibu, Paulina Pandjaitan, perempuan dengan nama lengkap Faye Hasian Simanjuntak ini akhirnya mendidirikan Rumah Faye, sebuah organisasi nirlaba yang memerangi pelecehan seksual dan perdagangan anak.



Forbes Rilis 10 Orang Terkaya di Dunia Tahun 2017

Sejak didirikan, Rumah Faye aktif memberikan edukasi kepada korban prostitusi, perdagangan, dan kekerasan seksual terhadap anak. Rumah Faye Tidak hanya menyediakan tempat sebagai wadah berlindung yang aman bagi korban tetapi juga memberikan konseling, memberikan dukungan, bimbingan dan motivasi supaya korban dapat menghilangkan rasa trauma yang dialaminya secara berangsur-angsur

Dikutip dari wikipedia, Rumah Faye mengemban tiga tujuan utama aksi sosial yaitu pencegahan dengan menggalang kepedulian dan kesadaran mengenai perdagangan anak-anak. Pembebasan, yaitu berusaha untuk membebaskan anak-anak yang terjerat kasus eksploitasi, prostitusi, dan perdagangan anak-anak. Pemulihan, yaitu dengan melakukan pendampingan dan kesempatan bagi anak-anak yang terjerat kasus untuk melanjutkan pendidikan dan pembekalan keterampilan.

Beberapa tahun silam, Tim Jitunews pernah melakukan wawancara dengan Faye Simanjutak. Motivasi terbesarnya untuk turun membela para korban perdagangan anak dan pelecehan sosial adalah ia merasa terpanggil dengan persoalan yang menimpa anak sebayanya.

Menurut Faye, perdagangan anak bukan masalah pemerintah sepenuhnya, melainkan masalah seluruh warga Indonesia. Pemerintah memang bertugas untuk mengeluarkan kebijakan hukum, tetapi pemerintah tidak harus bertanggung jawab sepenuhnya. Tanpa peran dari masyarakat, perubahan tidak akan pernah terjadi.

Pecinta lagu Kartini ini berharap bahwa masyarakat lebih peduli terhadap anak-anak korban prostitusi. Remaja yang lahir pada tanggal 10 April ini juga mengatakan bahwa masyarakat belum sepenuhnya sadar bahwa perdagangan anak adalah masalah besar.

Faye berharap bahwa wanita Indonesia mampu menanamkan pemikiran bahwa mereka adalah sesuatu yang berharga. Akan ada waktu dimana orang menganggap bahwa wanita tidak bisa melakukan apa-apa, dan sebagai Kartini muda, seorang wanita harus bisa membuktikan bahwa kaum yang selama ini dianggap lemah justru bisa melakukan sesuatu yang berharga. “Kita adalah perubahan, negara ini is full of opportunities, full of people who loves you, and you can make something different.”

Seperti halnya Kartini yang dikecam banyak orang atas protesnya terhadap aturan dan budayanya, pada awalnya, Faye sempat mendapatkan penolakan dari lingkungan, bahkan keluarga. “Jadi awalnya aku merasa sakit hati karena mereka bilang aku nggak bisa. Tapi you know, aku tuh malah harus buktikan kalau aku tuh bisa,” ungkap Faye.

Hebat! Pemuda Asal Indonesia Ini Dinobatkan Jadi Orang Paling Berpengaruh Versi Forbes
Halaman:
  • Penulis: Vicky Anggriawan

Rekomendasi

 

Berita Terkait