Jitunews.Com
2 November 2021 16:48 WIB

Blak-blakan, Eks Komisaris Ungkap Pengelolaan Buruk Garuda Indonesia

Peter saat menjadi direksi-komisaris, tidak diberi cukup waktu untuk melakukan evaluasi.

Peter Gontha (instagram.com)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) tengah terlilit utang hingga Rp70 triliun. Diduga penyebabnya adalah banyak pengambilan keputusan yang kurang matang. Seperti yang dituturkan mantan Komisaris Garuda Indonesia Peter F. Gontha baru-baru ini.

Lewat akun Instagram @petergontha, dia mengaku tak diberi waktu yang cukup oleh Garuda Indonesia untuk mengkaji dampak pembelian Boeing 737 Max secara keseluruhan.

"Ini pesawat Boeing 737 Max yang ditandatangani Direksi/Komisaris Garuda pada tahun 2013/2014. Saya diminta untuk menandatanganinya, tapi saya menolak. Kenapa? Karena kita hanya diberi 1x24 jam untuk evaluasi dan menandatanganinya. Total kontraknya melebihi US$3milyar untuk 50 pesawat. Gila kan hanya 24 jam," tulisnya dalam keterangan unggahan foto pesawat GIAA, Selasa (2/11).



PDIP: Banyak Opsi Rasional untuk Menyelematkan Garuda Indonesia

Peter mengaku dipaksa untuk membubuhkan tanda tangan. Sebab kalau tidak, kontrak penyewaan pesawat tersebut akan gagal. Dia lantas melakukannya dengan catatan tidak diberi cukup waktu untuk evaluasi.

"Saya pun dikucilkan oleh direksi waktu itu. Saksi hidup masih banyak. Tanyakan saja! Juga jejak digitalnya saya ada!" jelasnya.

Jenis pesawat tersebut jatuh saat dipakai oleh Lion Air dan Ethiopian Air. GIAA yang baru menerima 1 unit Boeing 737 Max tersebut harus ikut diberhentikan pengoperasiannya.

"Tahun lalu pada 2020 saya minta Direksi untuk batalkan kontrak tersebut dan kembalikan 1 pesawat yang sudah dikirim, tapi tidak dikerjakan karena alasan kontrak tersebut tidak bisa dibatalkan apapun alasannya. Saya minta dituntut di pengadilan Amerika Serikat, dan minta uang perusahaan dikembalikan, tapi tidak dilaksanakan, padahal Boeing sudah terkendala korupsi," papar Peter.

Selamatkan Garuda dari Kebangkrutan, Gerindra Siap Sokongan untuk Ringankan Beban Utang
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait